Dari Digitalisasi hingga 'Female Seat Map', KAI Perkuat Kepercayaan Publik
- 12 Jun 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI dinilai berhasil memperkuat kepercayaan publik melalui transformasi layanan yang berfokus pada keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan kebutuhan pelanggan.
- Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat Djoko Setijowarno menyebut konsistensi KAI dalam menjaga kualitas layanan menjadikannya salah satu contoh sukses pengelolaan transportasi publik di Indonesia.
- Digitalisasi layanan menjadi salah satu faktor penting yang membuat layanan KAI semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pelanggan modern.
RRI.CO.ID, Jakarta - Berbagai inovasi layanan yang dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam beberapa tahun terakhir dinilai berhasil memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Mulai dari digitalisasi layanan hingga peluncuran fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI.
Semua transformasi yang dilakukan perusahaan PT KAI disebut mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus pengalaman pelanggan selama perjalanan. Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai konsistensi KAI dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api.
Menurut dia, keberhasilan KAI tidak hanya terlihat dari peningkatan kualitas layanan, tetapi juga dari kemampuannya menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Berbagai inovasi berbasis teknologi yang diterapkan membuat layanan kereta api semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
"Layanan KAI terus berkembang dan mampu membangun kepercayaan masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas pelayanan," kata Djoko baru-baru ini dalam podcast bertajuk "Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia. Sudah Setara Global!" di Marketeers TV.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah kehadiran fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan perempuan memilih tempat duduk yang berdekatan dengan sesama perempuan saat melakukan pemesanan tiket kereta api antarkota.
Melalui integrasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK), sistem dapat mendeteksi gender secara otomatis sehingga memberikan pilihan tempat duduk yang dinilai lebih aman dan nyaman bagi penumpang perempuan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Selain digitalisasi layanan, KAI juga terus meningkatkan kualitas fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta. Berbagai pembaruan yang dilakukan dinilai berhasil menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna jasa kereta api.
Djoko menilai kualitas layanan transportasi publik Indonesia, khususnya yang ditunjukkan KAI, kini telah mampu bersaing dengan sejumlah negara maju. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya didukung oleh teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.
Ia juga menyoroti sejumlah fasilitas yang menjadi nilai tambah layanan KAI, salah satunya keberadaan musala yang bersih dan mudah diakses di berbagai stasiun. Fasilitas tersebut dinilai mencerminkan kemampuan perusahaan memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
Berbagai inovasi dan peningkatan layanan tersebut semakin memperkuat posisi KAI sebagai salah satu wajah transportasi publik Indonesia yang berdaya saing. Keberhasilan transformasi yang dilakukan perusahaan pun dinilai menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang dibangun secara konsisten dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi sektor lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....