Ruang Kritik Terbuka, KSP Minta Disampaikan dengan Bijaksana
- 12 Jun 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengajak penyampaian pendapat dan kritik dilakukan dengan bijaksana
- KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memastikan bahwa pemerintah, selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kritik
- KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyebut, kritikan sebagai nafas demokrasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bijaksana dalam menyampaikan aspirasi. Hal itu disampaikan Dudung, dalam akun resmi Instagram (@kantorstafpresidenri).
Ia menjelaskan, penyampaian aspirasi melalui aksi demonstrasi, haruslah dilakukan secara bijak. Terlebih lagi hal ini diungkapkannya, juga untuk saling menghargai perbedaan pendapat, di ruang publik.
KSP Dudung menuturkan bahwa dalam penyampaian aspirasi ini, pemerintah selalu memberikan ruang kepada masyarakat. Hal ini sebagai responmnya, dalam penyampaian pendapat dan kritik yang disampaikan sejumlah kelompok mahasiswa, di berbagai daerah di Indonesia.
"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik," kata Dudung dalam keterangannya, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026.
Ia lebih lanjut menilai, kritik yang disampaikan dalam aksi penyampaian pendapat, adalah wujud dari demokrasi. Namun KSP Dudung lebih lanjut menuturkan, dalam penyampaiannya haruslah dapat disampaikan bukan untuk menyulutkan provokasi.
Ia berpendapat, kritik yang disampaikan masyarakat harus menjadi solusi dalam membangun bangsa. Sebab jika kritik yang dilandaskan dengan provokasi dan fitnah ditegaskannya, hanya akan membawa kehancuran bangsa.
"Kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....