BPIP Dorong Penerapan Nilai Pancasila di Ruang Digital dan Kehidupan Sosial

  • 11 Jun 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Siti Musdah Mulia menegaskan Pancasila tidak boleh dipandang sebagai dokumen sejarah, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam perilaku sehari-hari
  • BPIP mendorong masyarakat menerapkan nilai spiritual, menghargai perbedaan, serta menjauhi korupsi dan penyebaran hoaks
  • Pengguna media sosial diimbau memastikan kebenaran, manfaat, dan urgensi konten sebelum diunggah karena jejak digital mencerminkan identitas diri

RRI.CO.ID, Jakarta - Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP RI Siti Musdah Mulia mengatakan, pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila tidak boleh dipandang sekadar dokumen sejarah, melainkan harus menjadi nilai yang hidup sehari-hari.

Musdah mengatakan, BPIP terus merumuskan langkah agar Pancasila menjadi pedoman yang nyata dalam perilaku masyarakat. Ia menegaskan setiap warga negara memiliki tanggung jawab menghidupkan ideologi bangsa sesuai peran masing-masing.

“Jadi sebagai warga negara, kita gak boleh melepaskan diri dari ideologi bangsa ini, ideologi negara ini. Artinya, pertama adalah nilai-nilai spiritual,” katanya dalam ‘Dialog Kilau Pancasila’ bersama RRI di Auditorium Abdurrahman Saleh RRI, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, nilai pertama yang harus diwujudkan adalah nilai spiritual melalui sikap saling menghargai. Musdah mengingatkan masyarakat tidak merasa paling benar serta menunjukkan perilaku beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perilaku beragama harus tercermin melalui tindakan yang baik, termasuk menghindari praktik korupsi. Ia juga menekankan pentingnya tidak menyebarkan hoaks dalam ruang digital yang kini menjadi ruang sosial baru.

Musdah mengingatkan, pengguna media sosial agar mempertimbangkan kebenaran, manfaat, dan urgensi sebelum mengunggah konten. Ia menyebut BPIP telah menyiapkan berbagai panduan penggunaan ruang digital dengan perspektif Pancasila yang dapat diakses masyarakat.

“Boleh dilihat di website kami, beberapa panduan menggunakan digital dengan perspektif Pancasila. Karena itu mari kita semua mencamkan, ketika kita menyebut Pancasila, itu adalah the living values, nilai-nilai yang seharusnya hidup dalam seluruh perilaku kita,” ucapnya.

Selain itu, Musdah menilai perbedaan pendapat merupakan keniscayaan sekaligus kekayaan dalam kehidupan bersama yang harus dihargai. Ia mengajak masyarakat membuat konten bermutu, bermakna, dan berperikemanusiaan karena jejak digital mencerminkan identitas diri serta sulit dihapus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....