Komisi Vll Minta TVRI Pikirkan Strategi Berkelanjutan usai Euforia Piala Dunia

  • 11 Jun 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong, TVRI memanfaatkan momentum penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sebagai langkah strategis.
  • Politikus PDIP ini menilai, TVRI perlu mulai memikirkan strategi keberlanjutan setelah euforia Piala Dunia 2026 berakhir.
  • Mulai hari ini setelah event Piala Dunia ini, TVRI bisa mempertimbangkan konten yang memiliki basis penonton yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti mendorong, TVRI memanfaatkan momentum penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sebagai langkah strategis. Terutama, langkah strategis dalam memperkuat layanan publik dan pengembangan bisnis penyiaran nasional.

Politikus PDIP ini menilai, TVRI perlu mulai memikirkan strategi keberlanjutan setelah euforia Piala Dunia 2026 berakhir. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, yakni menghadirkan konten olahraga dengan basis penonton yang kuat dan berkelanjutan.

“Mulai hari ini setelah event Piala Dunia ini, TVRI bisa mempertimbangkan konten yang memiliki basis penonton yang berkelanjutan. Mungkin bisa dipertimbangkan dengan Liga Indonesia, karena market sepak bola Indonesia ini sangat besar," kata Nila dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Nila menjelaskan, pembahasan dalam RDP dengan LPP TVRI kemarin tidak hanya berfokus pada aspek teknis penayangan pertandingan Piala Dunia 2026. Mengingat, pentingnya kesiapan TVRI sebagai penyiar resmi dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses siaran secara mudah, gratis, dan berkualitas.

"Bukan hanya soal tayangan pertandingan. Tetapi bagaimana masyarakat Indonesia bisa menikmati siaran Piala Dunia dengan mudah, gratis, dan berkualitas. Termasuk di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses,” ucap Nila.

Oleh karenanya, ia menuturkan, keberhasilan penyelenggaraan siaran Piala Dunia tidak boleh berhenti pada tingginya antusiasme penonton. Tetapi, TVRI harus menyusun strategi lanjutan agar dampak positif yang diperoleh dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jangan sampai euforia Piala Dunia berakhir begitu saja tanpa meninggalkan manfaat jangka panjang bagi TVRI dan masyarakat. Berarap TVRI juga mampu membangun ekosistem konten olahraga yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia," ujar Nila.

Chief Editor Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, memastikan persiapan menyiarkan Piala Dunia 2026 di TVRI sudah mencapai 99,9 persen. Hal tersebut disampaikannya di Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.

Kansong menyebut TVRI telah melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan kelancaraan. Salah satunya adalah dengan menyiarkan tiga pertandingan persahabatan jelang pesta sepak bola terbesar itu.

“Kita sudah siap 99,9 persen untuk menaikkan Piala Dunia dan kita sudah melakukan semacam uji coba simulasi. Kita menyiarkan tiga pertandingan friendly match, pada tanggal 7 (Juni) dua pertandingan dan tanggal 8 (Juni) satu pertandingan,” kata Kansong di ruang Lembaga Pers Dr.Soetomo, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Kansong menambahkan, persiapan mencakup dari sisi peralatan, teknis, maupun sumber daya manusia. Meski masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, namun ia menegaskan TVRI sudah siap untuk menyiarkan Piala Dunia.

“Tidak ada kendala yang berarti, kendala tentu ada, tapi sifatnya teknis. Misalnya teman-teman yang belum terbiasa berhubungan dengan penyelenggaraan,” ujar Usman Kansong yang juga sebagai pembicara dalam Workshop Menulis Kreatif 'Suara Laga Piala Dunia 2026', Senin, 8 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....