Bantah Isu Kepemilikan SPPG, KSP Dudung: Hanya Bantu Pesantren
- 11 Jun 2026 00:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman membantah isu kepemilikan SPPG
- KSP Dudung Abdurrachman menyebut, ia hanya membantu pesantren untuk dapat mendirikan dapur MBG di sekolah pesantren
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, buka suara terkait isu kepemilikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Perihal ini, ia membantah isu kepemilikan SPPG sebagai dapur penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Isu ini mencuat, di tengah bergulirnya kasus hukum yang menjerat mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Purnawirawan Jenderal Bintang Empat itu menuturkan, tidak memanfaatkan program prioritas MBG untuk mengambil keuntungan dengan mendirikan SPPG.
KSP Dudung mempersilahkan publik, untuk membuka dan membuktikan isu kepemilikan SPPG terhadap dirinya. Ia bahkan mengadakan sayembara bagi masyarakat, bila dapat membuktikan dapur MBG yang dituding milik dirinya.
"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya," kata Dudung dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.
KSP Dudung menjelaskan, tudingan itu ditujukan kepada dirinya, karena sempat meminta bantuan dalam ijin dapur MBG di pesantren. Ditegaskannya bahwa hal itu, ia hanya ingin membantu pesantren untuk mendirikan dapur MBG si sekolah-sekolah mereka.
"Saya-kan dekat dengan pesantren, ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, menyampaikan kepada saya bahwa ada program (MBG) pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.
Namun demikian dalam upaya membantu pendirian SPPG untuk program MBG di pesantren tersebut, tidak ada intervensi dari dirinya. Bahkan, Dudung menuturkan, disaat ia menjabat sebagai KSP hingga saat ini, dapur MBG di pesantren itu tidak kunjung terealisasi.
"Waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan, gimana (dapur pesantren) itu, rupanya sampai sekarang prosesnyapun belum selesai, bangunnya dapurnya belum terbangun. Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah, yang kemudian akhirnya seakan-akan Pak Dudung punya dapur," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....