KLH Gelar INVIROTECH 2026, Dorong Investasi Hijau dan Teknologi Iklim

  • 11 Jun 2026 02:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026. Agenda ini akan digelar pada 11-13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Ajang ini menjadi upaya pemerintah mempercepat adopsi teknologi lingkungan. Deputi Pengendalian Pencemaran KLH Rasio Ridho Sani menyebut acara ini juga mendorong investasi hijau di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim.

Rasio mengatakan pengelolaan lingkungan tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan konvensional. Menurutnya, dibutuhkan lompatan melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, data, serta kolaborasi multipihak.

“Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tidak dapat lagi dilakukan dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan lompatan melalui teknologi, inovasi, data, kolaborasi, serta perubahan perilaku,” ujar Rasio di kantor KLH, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menilai INVIROTECH 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, pemerintah, dan komunitas dalam mencari solusi. Salah satunya terhadap berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kualitas udara, air, tanah hingga perlindungan kawasan pesisir dan laut.

INVIROTECH 2026 mengusung tema “Green Solution & New Paradigm of Environmental Management”. Dan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Dalam pembukaan pada Kamis, 11 Juni akan menyerahkan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 pejuang lingkungan berbagai daerah. Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement Award juga diberikan kepada tokoh lingkungan hidup nasional Prof. Emil Salim.

Selama tiga hari penyelenggaraan, INVIROTECH 2026 menghadirkan berbagai agenda. Mulai dari pameran teknologi lingkungan, forum kebijakan, konferensi internasional, workshop, hingga simulasi perdagangan karbon.

“Kami juga memberi ruang khusus bagi generasi muda melalui forum dialog yang melibatkan Generasi Z dan Generasi Alpha. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keterlibatan anak muda dalam penyusunan agenda aksi iklim dan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” kata Rasio.

Diharapkan forum tersebut dapat mempercepat penerapan teknologi bersih, memperluas investasi berkelanjutan. Serta mendukung target pembangunan ekonomi yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....