Pertamina Luncurkan Kapal Otomatis Pembersih 21 Ton Sampah Perairan
- 10 Jun 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer.
- Kapal otomatis ramah lingkungan tersebut menargetkan pengurangan timbulan sampah pesisir hingga 21 ton per tahun di wilayah Bali dan Kalimantan.
- Inovasi robot air pintar ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, sistem navigasi otonom, dan energi hibrida dalam mendeteksi limbah laut.
RRI.CO.ID, Badung - PT Pertamina (Persero) meluncurkan kapal robotik otomatis untuk membersihkan target 21 ton sampah wilayah pesisir. Teknologi bernama Autonomous Trash Skimmer tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Uji coba operasional perdana kapal pintar itu berlangsung sukses di Pantai Sekeh, Badung, Provinsi Bali. Kegiatan peluncuran kapal pembersih pintar tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memimpin langsung seluruh rangkaian acara peresmian tersebut. Program pelestarian ekosistem pesisir ini turut melibatkan kontribusi aktif dari berbagai anak perusahaan energi.
"Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik. Selain itu juga dampaknya terasa oleh para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut," kata Mochamad Iriawan dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 10 Juni 2026.
Iriawan juga memaparkan dampak negatif dari timbulan limbah perairan terhadap sektor industri skala nasional. Kapal berukuran panjang delapan meter tersebut dirancang khusus dengan menggunakan struktur catamaran dua lambung.
"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," katanya.
Ia menilai kawasan resort pariwisata tersebut memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian wilayah setempat. Sistem operasional kapal pintar ini menggunakan tenaga surya hibrida sebagai energi penggerak ramah lingkungan.
"Pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai, memiliki nilai strategis, karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Iriawan sangat berharap inovasi pembersih sampah otomatis ini dapat diduplikasi pada wilayah pesisir lainnya. Armada tersebut dilengkapi katrol listrik berkapasitas 500 kilogram untuk mengangkut limbah dari tengah laut.
"Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah peisisir di seluruh Indonesia," katanya.
Uji coba awal ini menargetkan penurunan volume limbah pesisir sebanyak satu ton setiap tahun. Sementara itu, program di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kotabaru ditargetkan mengurai 20 ton.
Peluncuran perdana kapal robotik tersebut secara resmi telah terlaksana pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Rencana pengembangan sistem baru tersebut mencakup delapan lokasi potensial termasuk Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....