BAZNAS Salurkan Kurban dan Sedekah Daging untuk Palestina dari Warga Jabar

  • 10 Jun 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BAZNAS Salurkan Kurban dan Sedekah Daging untuk Palestina dari Warga Jabar
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) secara simbolis menerima amanah program kurban dan sedekah daging untuk masyarakat Palestina

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) secara simbolis menerima amanah program kurban dan sedekah daging untuk masyarakat Palestina. Bantuan itu diberikan dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Donasi yang diserahkan tersebut mencakup program Kurban Palestina senilai Rp147.5 juta dan Sedekah Daging Palestina senilai Rp82.6 juta. lalu Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21 juta.

Wakil Ketua BAZNAS, Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan hal ini menjadi bukti kepedulian masyarakat Jawa Barat terhadap masyarakat Palestina. "Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina," kata Zainut Tauhid di Gedung BAZNAS RI, Jakarta.

Menurutnya, penyaluran kurban dan sedekah daging ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat setempat. Termasuk meringankan penderitaan krisis pangan yang dihadapi masyarakat Palestina.

"Berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan mengalihkan distribusi daging dam jemaah haji Indonesia ke Palestina. Kebijakan tersebut diambil karena pengiriman daging ke Indonesia masih menghadapi kendala regulasi, terutama terkait aturan karantina hewan yang ketat.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyampaikan hal tersebut di Madinah, Kamis, 4 Juni 2026. Menurutnya, upaya distribusi daging dam ke Indonesia yang pernah dilakukan sebelumnya menemui berbagai hambatan dalam proses karantina.

"Kendala utama ada pada sistem. Terutama segi karantina di Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan karantina yang ketat diperlukan untuk mencegah masuknya penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit tersebut dinilai dapat menimbulkan kerugian besar bagi sektor peternakan nasional dan membutuhkan waktu lama untuk ditangani.

"Butuh puluhan tahun untuk membersihkan penyakit itu dari Indonesia. Dapat menimbulkan kerugian besar," katanya.

Karena itu, pemerintah memutuskan menyalurkan daging dam kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan. Kebijakan tersebut diharapkan tetap memberikan manfaat sosial sekaligus menjaga keamanan kesehatan hewan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....