Pramono Ungkap Alasan CFD Kuningan Hanya Sampai Pukul 09.00

  • 07 Jun 2026 11:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pramono Anung mengatakan CFD Rasuna Said dibatasi hingga pukul 09.00 WIB agar tidak mengganggu aktivitas tempat ibadah di sekitar kawasan.
  • Gubernur DKI meyakini CFD Kuningan akan menjadi lokasi olahraga favorit baru bagi warga Jakarta.
  • Lintasan sepanjang sekitar tujuh kilometer di Rasuna Said dinilai ideal untuk jogging dan aktivitas olahraga masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hanya berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Pembatasan waktu dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas tempat ibadah yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Pramono mengatakan CFD Rasuna Said akan mulai digelar secara rutin pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

“Kenapa jam 09.00? Karena di sana ada beberapa tempat untuk tempat-tempat ibadah, kami tidak ingin mengganggu itu,” kata Pramono dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurutnya, persiapan pelaksanaan CFD di kawasan Kuningan saat ini telah memasuki tahap akhir. Ia menyebut progres persiapan telah mencapai sekitar 95 persen.

Pramono menambahkan, peresmian CFD Rasuna Said dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026. Namun, kegiatan CFD sudah mulai dilaksanakan secara rutin sejak 7 Juni 2026.

“Untuk car free day di Rasuna Said atau di Kuningan, saya yakin ini akan menjadi tempat favorit baru bagi warga Jakarta,” ujarnya. Kehadiran CFD tersebut dinilai dapat mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin saat akhir pekan.

Pramono menjelaskan lintasan di kawasan Rasuna Said memiliki panjang sekitar tujuh kilometer. Jarak tersebut dinilai ideal bagi masyarakat yang ingin berjalan kaki, jogging, maupun berlari.

Menurutnya, keberadaan dua lokasi CFD akan memberikan lebih banyak pilihan bagi warga untuk berolahraga. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Jakarta.

“Sehingga ada pilihan-pilihan yang membuat masyarakat bisa memilih dengan lebih baik. Mudah-mudahan ini akan membuat masyarakat Jakarta lebih menggemari lari, jogging, dan hidupnya lebih sehat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....