Pakar Sebut Sinergi Bahari Jadi Kunci Masa Depan Laut Indonesia

  • 06 Jun 2026 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arsitek oseanarium S.A. Wiraguna menilai laut merupakan identitas bangsa.
  • Pariwisata bahari tidak hanya menawarkan keindahan alam, namun juga menghadirkan pengalaman edukatif dan konservatif.

RRI.CO.ID, Jakarta: Potensi bahari Indonesia dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kekayaan laut menjadi modal besar pembangunan berkelanjutan.

Arsitek oseanarium S.A. Wiraguna menilai laut merupakan identitas bangsa. Laut juga menjadi sumber kehidupan dan penggerak ekonomi nasional.

Indonesia memiliki jutaan kilometer persegi perairan. Kekayaan hayatinya tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Menurut Wiraguna, pariwisata bahari tidak hanya menawarkan keindahan alam. Sektor ini juga menghadirkan pengalaman edukatif dan konservatif.

Ia menilai pengembangan wisata bahari harus berkelanjutan. Kelestarian ekosistem perlu berjalan seiring pertumbuhan ekonomi.

“Laut bukan sekadar batas wilayah. Laut adalah jantung identitas dan sumber kehidupan bangsa,” kata Wiraguna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Wiraguna menyoroti pentingnya fasilitas edukasi kelautan modern. Oseanarium dinilai mampu mendekatkan masyarakat dengan kehidupan bawah laut.

Menurutnya, fasilitas seperti BXSea Bintaro menjadi gerbang edukasi. Kehadirannya membantu masyarakat mengenal dan mencintai laut Indonesia.

Ia menjelaskan oseanarium bukan sekadar tempat hiburan. Fasilitas tersebut dapat menjadi laboratorium hidup bagi publik.

Melalui pendekatan edukatif, pengunjung memahami pentingnya konservasi laut. Kesadaran itu diharapkan tumbuh sejak usia dini.

“Setiap terumbu karang yang rusak adalah kehilangan bersama. Karena itu, edukasi konservasi harus diperkuat,” katanya.

Arsitek oseanarium S.A. Wiraguna. (Foto: Dokumentasi narasumber)

Wiraguna menilai pengalaman langsung memiliki dampak besar. Anak-anak dapat belajar melalui interaksi dan observasi.

Program edukasi terstruktur dianggap mampu membangun kepedulian lingkungan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding pembelajaran teoritis semata.

Ia melihat tren baru dalam pengelolaan akuarium modern. Fasilitas tersebut kini berkembang menjadi pusat pendidikan publik.

Transformasi itu membuka peluang besar bagi edukasi kelautan. Kesadaran masyarakat terhadap konservasi juga semakin meningkat.

Menurut Wiraguna, keberhasilan edukasi membutuhkan desain yang tepat. Pengalaman pengunjung harus mampu menggugah emosi dan tindakan.

Ia menyebut tiga prinsip penting dalam ruang edukasi kelautan. Prinsip tersebut meliputi immersive, accessible, dan actionable.

Konsep immersive bertujuan menghadirkan pengalaman yang mendalam. Pengunjung diajak merasakan kedekatan dengan ekosistem laut.

Prinsip accessible memastikan seluruh kalangan dapat menikmati edukasi. Pesan konservasi harus mudah dipahami berbagai usia.

Sementara actionable mendorong tindakan nyata setelah kunjungan. Pengunjung diharapkan terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Tugas fasilitas edukasi bukan hanya memberi informasi. Fasilitas harus menginspirasi perubahan perilaku,” ujarnya.

Wiraguna juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat perlu berkolaborasi.

Kolaborasi dinilai menjadi fondasi pengembangan ekonomi biru. Pendekatan ini mengutamakan keseimbangan ekonomi dan ekologi.

Ia meyakini pariwisata, edukasi, dan konservasi saling menguatkan. Ketiganya dapat membentuk siklus pembangunan berkelanjutan.

“Laut Indonesia menunggu untuk dipahami dan dilindungi. Masa depannya bergantung pada komitmen bersama,” kata Wiraguna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....