BAZNAS RI Perkuat Peran Awardee Kembangkan Ekosistem Zakat Nasional

  • 05 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BAZNAS RI Perkuat Peran Awardee Kembangkan Ekosistem Zakat Nasional
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat peran penerima Beasiswa (awardee) Pascasarjana dalam pengembangan ekosistem zakat nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat peran penerima Beasiswa (awardee) Pascasarjana dalam pengembangan ekosistem zakat nasional. Pengembangan dilakukan melalui kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Studi Beasiswa Pascasarjana BAZNAS RI.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi riset dan menghasilkan rekomendasi yang mendukung penguatan pengelolaan zakat di Indonesia. Kegiatan ini mengangkat tema "Penguatan Kolaborasi dan Peran Riset Filantropi untuk Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional"

Dalam pemaparannya, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Idy Muzayyad, menegaskan riset harus menjadi instrumen penguatan ekosistem zakat. Menurutnya, hasil penelitian para penerima beasiswa perlu terhubung dengan praktik pengelolaan zakat sehingga dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan.

"Program-program zakat harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, hasil riset para mahasiswa pascasarjana perlu mampu memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program," ujar Idy di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, berbagai program pemberdayaan BAZNAS memerlukan dukungan riset yang mampu menghadirkan solusi dan pendekatan baru berbasis bukti. Menurutnya, temuan-temuan dari penelitian tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, tetapi harus memperkuat pengelolaan zakat nasional.

Idy juga menekankan pentingnya memperkuat literasi dan publikasi zakat melalui hasil-hasil penelitian para awardee. Menurutnya, karya riset yang berkualitas perlu dikurasi dan disebarluaskan agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, maupun pengelola.

"Kita membutuhkan lebih banyak referensi dan publikasi yang berkualitas untuk memperkuat literasi zakat. Hasil-hasil riset yang baik harus diterbitkan dan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi masyarakat sekaligus dasar pengembangan inovasi pengelolaan zakat," katanya.

Hal yang sama disampaikan Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat. Ia mengajak seluruh penerima beasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan riset payung nasional yang tengah dibangun BAZNAS.

Menurutnya, riset payung diperlukan untuk menghubungkan berbagai tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan policy paper dalam satu agenda. Dimana nantinya mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat bagi pengembangan perzakatan nasional.

"Melalui riset payung, kita ingin membangun penelitian yang terarah dan saling terhubung. Karena itu, saya mengajak seluruh awardee untuk bergabung dalam klaster riset masing-masing, mengembangkan riset payung BAZNAS," ujar Imdadun.

Imdadun menjelaskan, BAZNAS telah mengembangkan empat klaster utama riset. Yaitu tata Kelola; pengumpulan; pendistribusian; serta pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah-Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

"Seluruh penelitian para awardee diharapkan dapat berkontribusi pada salah satu klaster tersebut. Sehingga mampu memperkuat basis pengetahuan dan pengambilan kebijakan berbasis data," ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi riset lintas kampus dan disiplin ilmu penting untuk menghasilkan inovasi menjawab berbagai tantangan pengelolaan zakat. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan filantropi Islam dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....