Banjir Terus Terjadi, BNPP Dorong Pembangunan Tanggul Permanen di Pidie Jaya
- 05 Jun 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, meninjau langsung penanganan pascabanjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.
- BNPP RI mendorong pembangunan tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan perlindungan desa-desa yang rawan banjir.
- BNPP RI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mempercepat pemulihan pascabencana di Pidie Jaya.
RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak cukup hanya berfokus pada pembersihan lumpur dan pemulihan akses warga. Pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir guna mencegah bencana serupa terus berulang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol Makhruzi Rahman, saat meninjau lokasi terdampak banjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Makhruzi, salah satu persoalan utama yang ditemukan di lapangan adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi lumpur yang terbawa arus banjir. Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan tanggul di sejumlah titik, sehingga kapasitas sungai menampung debit air menjadi berkurang.
Dampaknya, masyarakat harus menghadapi banjir susulan berulang kali. Sejak bencana pertama terjadi, wilayah tersebut dilaporkan telah mengalami sekitar 10 kali banjir susulan yang menghambat proses pemulihan.
"Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur, dan kami diminta membantu membuka akses tersebut. Sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan, sehingga membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah," kata Makhruzi.
Selain sedimentasi sungai, tim peninjau juga menemukan persoalan lain seperti tumpukan sampah dan limbah kayu dan terbatasnya akses air bersih. Selain itu juga sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal.
Makhruzi menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah rehabilitasi yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada pengurangan risiko bencana jangka panjang. Salah satunya melalui pembangunan tanggul permanen di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.
Untuk sementara, tanah hasil pengerukan lumpur dari permukiman warga dapat dimanfaatkan sebagai tanggul darurat. Namun, menurut dia, solusi permanen tetap diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi ancaman banjir saat musim hujan.
"Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman," ujarnya.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra. Pemerintah berupaya memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Dalam mendukung proses pemulihan, BNPP RI mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck untuk membersihkan jalan, membuka akses yang tertutup lumpur, serta mengangkut sampah dan material sisa banjir. Operasional alat berat itu akan berlangsung selama beberapa hari dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas warga. Sekaligus, menjadi bagian dari upaya membangun kembali kawasan terdampak agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....