Aprindo Sebut Ritel Modern dan Koperasi Desa Beda Segmentasi
- 04 Jun 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan berdampak terhadap bisnis ritel modern
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Purih dan ritel modern beda segmentasi
RRI.CO.ID, Tangerang - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan berdampak terhadap bisnis ritel modern. Pasalnya, dari kedua hal tersebut berbeda segmentasi.
Ketua Umum Aprindo, Solihin mengatakan pelaku usaha ritel saat ini lebih fokus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dibandingkan mengkhawatirkan persaingan dengan koperasi desa. Strategi utama perusahaan saat ini adalah memperkuat pelayanan melalui kanal offline maupun online.
"Jadi ini pertanyaannya, hal-hal yang sifatnya kita lebih, tadi sudah sampaikan kinerja kita, kita lebih fokus kepada, kalau kaitan dengan tadi pertanyaan bagaimana dengan koperasi desa merah putih ya. Kita fokus terhadap peningkatan pelayanan,” ujar Solihin usai RUPS PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Alfa Tower Tangerang, Kamis 4 Juni 2026.
“Karena basis yang sekarang ini kan di luar daripada kita punya offline, kita juga meningkatkan pelayanan secara online. Itu yang kita fokuskan," tambahnya.
Solihin mengatakan Aprindo maupun pelaku ritel modern tidak melihat koperasi desa/keluahan sebagai ancaman bagi bisnis ritel saat ini. Sebab, memiliki segmentasi pasar berbeda.
"Karena kalau ditanya bagaimana pengaruhnya terhadap Koperasi Desa/kelurahan Merah Putih kita pastikan bahwa saat ini kita fokus terhadap pelayanan dan kita terus bagaimana manajemen berbicara tentang peningkatan pelayanan. Karena, segmennya masih berbeda seperti itu," kata dia.
Solihin juga menyatakan terbuka terhadap peluang kerja sama antara ritel modern dan koperasi desa/kelurahan. Namun, sampai saat ini belum ada pengajuan kerja sama yang diterima.
“Untuk kerja sama, ya siapapun bisa saja. Tapi saat ini kita memang belum ada permintaan kerja sama yang diajukan ke kita atas hal tersebut," ucapnya.
Diketahui, ritel modern menghormati dan patuh terhadap kebijakan pemerintah terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KMP). Terlebih, salah satu program Presiden Prabowo Subianto itu tidak akan mengganggu yang menyasar segmen pasar berbeda.
"Kami menghormati kebijakan pemerintah terkait pengembangan Kopdes Merah Putih. Kami juga menilai keberadaan koperasi tersebut tidak akan mengganggu model bisnis perseroan yang menyasar segmen pasar berbeda," ujar Direktur Corporate Legal dan Compliance MIDI, Afid Hermeily usai RUPST, Kamis 4 Juni 2026.
Afid menyatakan setiap pelaku usaha ritel memiliki model bisnis, segmentasi konsumen dan target pasar yang berbeda. Sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dia juga menilai wacana pembatasan operasional atau ekspansi ritel modern di sejumlah daerah belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Menurut Afid lokasi usaha dan segmentasi pasar yang dibidik perseroan umumnya berada di kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi.
"Namun demikian, kami tetap tunduk dan patuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Termasuk ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah," kata dia.
Sejauh ini, lanjutnya, MIDI tetap berfokus pada pengembangan jaringan ritel modern. Tentu ini sesuai strategi bisnis yang telah dijalankan selama ini," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....