Masinis Tragedi Bintaro 1987, Slamet Suradio Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

  • 03 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Slamet Suradio, masinis Kereta Api 225 pada Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia di Purworejo.
  • Kabar duka tersebut mendapat respons luas dari masyarakat dan komunitas pecinta kereta api Indonesia.
  • Hingga kini, keluarga belum menyampaikan penyebab wafat maupun jadwal pemakaman almarhum.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia perkeretaapian Indonesia setelah Slamet Suradio (87) meninggal dunia. Sosok yang dikenal sebagai masinis Kereta Api 225 pada Tragedi Bintaro 1987 itu wafat di Purworejo, Jawa Tengah.

Informasi wafatnya Slamet Suradio beredar luas melalui akun media sosial @alvanza.id pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut mengatakan bahw almarhum yang akrab disapa Mbah Slamet, meninggal dunia pada pagi hari.

Turut berduka cita atas wafatnya Bapak Slamet Suradio, masinis Tragedi Bintaro 1. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya," tulis akun @alvanza.id, Rabu, 3 Juni 2026.

Kepergian Mbah Slamet langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pecinta kereta api. Kolom komentar berbagai unggahan dipenuhi ucapan belasungkawa serta doa dari warganet.

Ucapan duka juga datang dari komunitas pecinta kereta api atau 'railfans' di berbagai daerah. Banyak di antara mereka mengenang sosok Mbah Slamet sebagai bagian penting sejarah perkeretaapian nasional.

Pada masa tuanya, kehidupan Mbah Slamet di Purworejo kerap mengundang simpati berbagai kalangan. Kisah hidupnya setelah Tragedi Bintaro membuat banyak pihak memberikan perhatian khusus.

Komunitas Edan Sepur Indonesia diketahui rutin mengunjungi kediaman almarhum untuk menjalin silaturahmi. Selain itu, komunitas tersebut juga menyalurkan bantuan guna membantu kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam unggahan duka yang beredar, turut disertakan foto kunjungan sejumlah rekan ke rumahnya. Foto tersebut diambil sekitar satu bulan sebelum kabar wafatnya Mbah Slamet tersebar.

Nama Slamet Suradio dikenal luas dalam sejarah transportasi Indonesia karena Tragedi Bintaro I. Peristiwa tersebut terjadi pada 19 Oktober 1987 dan menjadi salah satu kecelakaan kereta paling dikenang.

Saat tragedi itu terjadi, Slamet Suradio bertugas sebagai masinis Kereta Api 225. Namanya kemudian melekat dalam catatan sejarah perkeretaapian nasional hingga sekarang.

Tabrakan antarkereta di kawasan Bintaro, Jakarta, menimbulkan korban dalam jumlah besar. Peristiwa tersebut masih menjadi salah satu kecelakaan kereta api terbesar di Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait penyebab wafatnya. Informasi mengenai jadwal dan lokasi pemakaman juga belum disampaikan kepada publik.

Kepergian Mbah Slamet meninggalkan duka bagi keluarga dan komunitas pecinta kereta api. Banyak pihak memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang menjadi saksi sejarah perkeretaapian Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....