Menag Dorong Pesparawi Jadi Syiar Keagamaan Bermakna Nasional

  • 02 Jun 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menag Nasaruddin Umar meminta, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat harus menjadi syiar keagamaan.
  • Menag juga meminta kegiatan itu juga perlu memperkuat penghayatan nilai-nilai religius.
  • Menag mengingatkan ajang tersebut harus memperkuat kehidupan beragama yang lebih bermakna.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat harus menjadi syiar keagamaan. Kegiatan itu juga perlu memperkuat penghayatan nilai-nilai religius.

Menurut Menag, penyelenggaraan Pesparawi perlu menghadirkan dua aspek utama. Kesemarakan dan pendalaman spiritual harus berjalan seimbang.

"Pesparawi harus menampilkan kesemarakan sebagai bagian syiar keagamaan. Namun penghayatan nilai religi juga harus terus diperkuat," kata Nasaruddin dalam acara kick off Pesparawi XIV di Gedung Kementerian Gama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan kesemarakan dapat terlihat melalui berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya pameran, atraksi budaya, dan panggung hiburan.

Menag juga mendorong masyarakat memanfaatkan kehadiran tokoh gereja nasional. Kehadiran mereka dinilai dapat memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.

"Banyak tokoh penting akan hadir di Manokwari. Masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran mereka untuk pencerahan keagamaan," ujarnya.

Meski demikian, Nasaruddin mengingatkan tujuan utama Pesparawi tidak boleh bergeser. Ajang tersebut harus memperkuat kehidupan beragama yang lebih bermakna.

Ia menilai Pesparawi menjadi sarana resakralisasi kehidupan beragama. Kegiatan itu diharapkan menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual umat.

Menag juga berharap Pesparawi dapat bersinergi dengan Pesparani. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghadirkan perhelatan yang lebih meriah.

Menurut Nasaruddin, paduan suara gerejawi memiliki peran penting dalam liturgi. Nyanyian menjadi media penyampaian pesan spiritual yang mendalam.

"Nyanyian merupakan bagian sangat substansial dalam liturgi. Paduan suara memiliki peran penting dalam kehidupan beragama," katanya.

Menag mengajak peserta menjadikan Pesparawi sebagai momentum memperkuat spiritualitas. Ajang tersebut juga diharapkan mempererat toleransi dan persaudaraan antarsesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....