Koperasi Didorong Jadi Penggerak Pemerataan Ekonomi Pancasila

  • 02 Jun 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Koperasi didorong menjadi penggerak ekonomi Pancasila melalui digitalisasi, pendidikan, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memperkuat pemerataan ekonomi.
  • Pemerintah dan daerah menilai koperasi memiliki tren pertumbuhan positif, namun masih menghadapi tantangan SDM, tata kelola, dan stigma sebagai lembaga “jadul”.
  • Transformasi digital dan sinergi koperasi dengan UMKM dianggap penting untuk meningkatkan daya saing serta memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

RRI.CO.ID, Jakarta - Koperasi terus didorong menjadi penggerak pemerataan ekonomi sesuai semangat ekonomi Pancasila. Penguatan kelembagaan dilakukan melalui digitalisasi, pendidikan, dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan koperasi berperan mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan. Koperasi juga menjadi instrumen penting mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Plt. Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga, Jatmiko Kurniawan, mengatakan tren koperasi terus meningkat. Pertumbuhan terlihat dari jumlah anggota, aset, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

"Kami melihat trennya positif dari jumlah anggota yang terus bertambah. Aset koperasi juga berkembang dan kontribusinya terhadap perekonomian meningkat," ujar Jatmiko dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, 2 Juni 2026.

Meski demikian, koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangannya. Salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan.

"Masih banyak koperasi yang dikelola kurang modern dan belum mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan perkoperasian menjadi kebutuhan penting bagi anggota dan pengurus," kata Jatmiko.

Penyuluh dan Pendamping Koperasi Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat, Nurul Hasanah, menilai stigma negatif masih menjadi hambatan. Sebagian masyarakat masih menganggap koperasi hanya sebatas lembaga simpan pinjam.

"Tantangan terbesar adalah anggapan bahwa koperasi itu jadul. Generasi muda juga masih belum banyak melihat koperasi sebagai badan usaha masa depan," ujar Nurul

Menurut Nurul, transformasi digital menjadi langkah penting meningkatkan daya saing koperasi. Pemerintah daerah terus mendorong pelatihan dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi.

"Kami mendorong digitalisasi melalui pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi. Tujuannya agar tata kelola menjadi lebih transparan dan akuntabel," ucapnya.

Penguatan sinergi koperasi dan UMKM juga terus dilakukan di berbagai daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

Koperasi dinilai mampu menjadi solusi bagi pelaku usaha yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan. Dengan demikian, koperasi dapat memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi. (Agnes Claudia Ohoira).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....