Mentrans Tegaskan Rekrutmen TEP 2026 Transparan, Objektif, dan Kompeten
- 02 Jun 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tercatat sebanyak 10.359 peserta dari hampir 1.992 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini
- Perguruan tinggi juga diminta menyampaikan secara terbuka kriteria, mekanisme, dan prinsip-prinsip rekrutmen yang digunakan
- Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh pendaftar akan tetap dirangkul melalui Komunitas Sahabat Patriot
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan arahan perguruan tinggi mitra pelaksana rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Ia meminta agar proses rekrutmen dan pengumuman peserta TEP 2026 dapat berjalan secara transparan, objektif, profesional, dan akuntabel.
Hal ini disampaikannya menjelang pengumuman hasil rekrutmen TEP 2026 yang memperoleh antusiasme luar biasa dari generasi muda Indonesia. Menteri Iftitah menyebut, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat kepemimpinan, gotong royong, dan pengabdian tumbuh kuat di generasi muda.
Tercatat sebanyak 10.359 peserta dari hampir 1.992 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini. Sementara itu, kuota yang tersedia hanya sekitar 1.230 peserta dan 246 ketua tim.
“Keberhasilan Program Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang diberangkatkan. Tetapi juga dari kemampuan kita menjaga kepercayaan publik terhadap proses yang dijalankan,” kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.
Menteri Iftitah menegaskan, pihaknya memberikan kepercayaan penuh kepada perguruan tinggi mitra. Hal ini untuk melaksanakan proses rekrutmen sesuai standar akademik, profesionalisme, dan integritas masing-masing institusi.
Seluruh proses rekrutmen diminta dilaksanakan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perguruan tinggi juga diminta menyampaikan secara terbuka kriteria, mekanisme, dan prinsip-prinsip rekrutmen yang digunakan.
“Tim Ekspedisi Patriot tidak mencari peserta yang memiliki akses, melainkan peserta memiliki kapasitas terbaik untuk mengabdi kepada Indonesia. Lebih baik kita kehilangan peserta yang memiliki kedekatan, dari pada kehilangan peserta terbaik yang memiliki kapasitas,” ucapnya.
Menteri Iftitah meminta agar seluruh dokumen dan hasil penilaian untuk didokumentasikan dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas proses. Serta untuk keperluan evaluasi, verifikasi, dan penyempurnaan program di masa mendatang.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh pendaftar akan tetap dirangkul melalui Komunitas Sahabat Patriot. Wadah tersebut menjadi pembelajaran, pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan pengabdian bagi generasi muda Indonesia.
“Seluruh pendaftar adalah aset bangsa. Yang membedakan hanyalah kesempatan dan waktu pengabdiannya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....