Kekuatan Ekonomi RI Bertumpu pada Pasar Domestik dan Produktivitas Rakyat

  • 01 Jun 2026 02:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinamika nilai tukar rupiah dan perkembangan sejumlah indikator ekonomi nasional perlu dipahami secara utuh dengan melihat berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian secara menyeluruh
  • Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra sekaligus Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Azis Subekti
  • Ia mengatakan pergerakan nilai tukar dan indikator ekonomi lainnya tidak dapat dibaca secara parsial karena ekonomi nasional ditopang oleh berbagai komponen yang saling berkaitan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinamika nilai tukar rupiah dan perkembangan sejumlah indikator ekonomi nasional perlu dipahami secara utuh dengan melihat berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian secara menyeluruh. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra sekaligus Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Azis Subekti.

Ia mengatakan pergerakan nilai tukar dan indikator ekonomi lainnya tidak dapat dibaca secara parsial karena ekonomi nasional ditopang oleh berbagai komponen yang saling berkaitan. Menurut Azis, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan komponen lainnya dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB).

"Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar dalam perekonomian nasional. Ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan produktivitas rakyat," kata Azis, Senin, 1 Juni 2026.

Ia menjelaskan tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah pada awal tahun tidak serta merta menunjukkan bahwa perekonomian hanya ditopang oleh belanja negara. Sebab, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tetap berasal dari aktivitas ekonomi masyarakat dan investasi.

Menurutnya, karakter ekonomi Indonesia berbeda dengan sejumlah negara yang sangat bergantung pada ekspor maupun sektor keuangan. Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar domestik yang besar dan daya tahan ekonomi masyarakat yang kuat.

Azis menilai aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat setiap hari, mulai dari pelaku UMKM, petani, nelayan, pekerja, hingga sektor usaha lainnya, menjadi fondasi penting. Dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi global tetap perlu menjadi perhatian karena berbagai faktor eksternal. Seperti nilai tukar, arus modal, harga energi, dan kondisi pasar keuangan internasional dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Menurut dia, pasar memiliki fungsi penting dalam memberikan sinyal terhadap kondisi ekonomi, sementara masyarakat menjadi sumber utama daya tahan ekonomi nasional.

"Pasar memberikan sinyal dan kepercayaan, sedangkan rakyat menjadi fondasi yang menjaga roda ekonomi tetap bergerak. Karena itu, keduanya perlu dijaga secara seimbang," ujarnya.

Azis menambahkan tantangan ekonomi ke depan tidak hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga memperkuat produktivitas masyarakat melalui penguatan UMKM. Lalu hilirisasi industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan akses terhadap teknologi dan pembiayaan.

Ia optimistis Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global melalui pasar domestik yang besar, ekonomi rakyat yang adaptif. Serta kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan.

"Kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya terletak pada indikator pasar. Tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk terus berproduksi, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....