Momentum Hari Lahir Pancasila Memperkuat Karakter Pemuda Era Digital

  • 01 Jun 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Lahir Pancasila memperkuat karakter generasi muda.
  • Hari Lahir Pancasila memperkuat karakter generasi muda.
  • Bahasa dan literasi digital jadi sarana pengamalan.
  • Media sosial harus digunakan secara bijak.

RRI.CO.ID, Jakarta – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter generasi muda. Nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan era digital.

Penerapan ideologi nasional tersebut menjadi panduan krusial agar remaja tidak tergerus oleh derasnya arus informasi global. Fondasi karakter yang kokoh akan membantu menyaring setiap budaya luar demi menjaga identitas asli bangsa.

Terbaik IV Duta Bahasa Nasional 2025, Irqi Sheva Maulana, mengatakan Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda dapat mengamalkan nilai tersebut melalui sikap menghargai perbedaan dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

“Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghormat perbedaan, bersikap adil dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Tentunya saya juga berupaya untuk mengamalkan nilai Pancasila, salah satunya sebagai ritual bahasa untuk senantiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan santun di tengah tantangan era digital ini,” kata Irqi dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Senin, 1 Juni 2026.

Ia menilai bahasa menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai kebangsaan. Pemanfaatan teknologi juga dapat membantu menyebarluaskan pesan positif kepada generasi muda.

Irqi mengatakan generasi muda harus bangga menggunakan bahasa Indonesia. Menurutnya, kebanggaan terhadap bahasa sendiri merupakan bagian dari menjaga identitas bangsa.

“Bahwa kita juga ketahui bersama bahasa Indonesia itu merupakan bahasa yang sudah diajarkan di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu sebagai generasi muda yang pertama kita harus bangga terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, content creator Aldino Persi menilai kreator konten memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan informasi. Konten yang dipublikasikan harus edukatif dan tidak memicu perpecahan.

Ia mengaku aktif membuat konten tentang bahasa, budaya, dan perjalanan. Konten tersebut bertujuan memperkenalkan perspektif baru tanpa mengurangi rasa cinta terhadap Indonesia.

“Sebagai content creator kita harus bijak dalam berkonten dan memberikan informasi yang baik untuk generasi muda. Dan tentunya konten-konten tersebut harus kita sebarkan secara informatif dan kita juga harus menghargai keberagaman,” kata dia.

Kedua narasumber sepakat bahwa generasi muda harus menjadi penyebar nilai-nilai positif di ruang digital. Penggunaan bahasa santun dan literasi digital menjadi langkah sederhana untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....