Gatot Nurmantyo Kenang Ryamizard: Sosok Visioner, Wujudkan Hal-hal Mustahil

  • 01 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gatot Nurmantyo mengenang almarhum Ryamizard Ryacudu sebagai sosok pemimpin visioner.
  • Gatot menyebut almarhum mampu mewujudkan berbagai gagasan yang pada masanya dianggap mustahil.
  • Ryamizard juga dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bogor - Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengenang almarhum Ryamizard Ryacudu sebagai sosok pemimpin visioner. Gatot menyebut almarhum mampu mewujudkan berbagai gagasan yang pada masanya dianggap mustahil.

Menurut Gatot, salah satu kepemimpinan Ryamizard yang paling membekas adalah saat mendorong pembangunan akses jalan. Yaitu, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004.

Saat itu, banyak pihak meragukan pembangunan jalur darat yang menghubungkan sejumlah wilayah terdampak tsunami karena kondisi medan yang rusak parah dan terputus di berbagai titik. Namun, Ryamizard tetap bersikeras agar proyek tersebut dijalankan.

"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami," kata Gatot, Senin 1 Juni 2026.

Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, program tersebut akhirnya berhasil direalisasikan. Sehingga, akses jalan yang sebelumnya dianggap sulit ditembus dapat tersambung sesuai target.

"Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya bisa terwujud, sampai batas waktu yang ditentukan, jalur itu berhasil tembus," ujar Gatot. Ia pun menilai keberhasilan tersebut mencerminkan visi Ryamizard yang sering kali melampaui cara pandang orang-orang di sekitarnya.

"Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti," katanya.

Selain dikenal memiliki visi besar, Ryamizard juga dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat. Salah satu warisan yang masih dirasakan hingga kini adalah pembentukan Batalyon Raider sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit.

"Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau untuk menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar," ujar Gatot.

Menurutnya, berbagai gagasan dan kebijakan yang ditinggalkan Ryamizard menjadi fondasi penting dalam pengembangan TNI AD hingga saat ini.

Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2002 hingga 2005.

Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, , ia dipercaya menjabat Menteri Pertahanan periode 2014–2019. Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 75 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....