Rangkuman Biodata hingga Rekam Jejak Karier Militer Mendiang Ryamizard Ryacudu
- 01 Jun 2026 09:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mantan Menhan RI era Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yakni Ryamizard Ryacudu wafat pada Minggu, 31 Mei 2026.
- Simak rangkuman biodata hingga rekam jejak karier militer Ryamizard yang meninggal dunia pada usia 76 tahun.
- Ryamizard Ryacudu merupakan pria kelahiran pada 21 April 1950 di Palembang, Sumatera Selatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Menhan RI era Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yakni Ryamizard Ryacudu wafat pada Minggu, 31 Mei 2026. Mantan KASAD TNI itu menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.00 WIB, di RSPAD, Jakarta Pusat.
Sebagian besar masyarakat Indonesia, belum mengetahui, rekam jejak karier militer Ryamizard semasa hidupnya. Simak rangkuman biodata hingga rekam jejak karier militer Ryamizard yang meninggal dunia pada usia 76 tahun.
Memasuki dunia TNI, Ryamizard merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dari kecabangan infanteri. “Benar, kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait, Minggu, 31 Mei 2026.
Jenazah Ryamizard itu disemayamkan di rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Peti jenazahnya dibalut bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta pengabdiannya kepada negara.
Rangkuman Biodata hingga Rekam Jejak Militer Ryamizard Ryacudu
Merangkum berbagai sumber seperti Kompas.id, Ryamizard Ryacudu merupakan pria kelahiran pada 21 April 1950 di Palembang, Sumatera Selatan. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dari kecabangan infanteri.
Di dunia militer, Ryamizard lulus bersama di era Presiden Prabowo Subianto dan Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Begitu lulus dari pendidikannya, Ryamizard pernag ditugaskan dalam Operasi Gabungan bersama TDM di Malaysia pada 1976-1982.
Lalu, ia juga pernah ditugaskan ke pedalaman Kalimantan. Yakni, untuk menumpas gerombolan komunis sisa-sisa Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yan dikenal dengan sebutan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGSR).
Operasi penumpasan tersebut berlangsung pada tahun 1978. Sekitar tahun 1981-an, Ryamizard mengemban tugas baru dalam Operasi Kala (PGRS), pada saat itu, dia juga menjadi Komandan Peleton (Danton).
Lalu pada tahun 1982 hingga 1983, Ryamizard bertugas dalam Operasi Kemudi I dan II Malindo. Setelah itu, dia terus ditugaskan di daerah-daerah berkonflik, seperti Operasi Seroja Timor Timur untuk memberantas gerakan separatisme dari tahun 1983-1984.
Ryamizard juga pernah mendapat tugas operasi militer di Aceh. Dia turun langsung memberikan bantuan kepada warga ketika Aceh dilanda bencana tsunami.
Bantu misi perdamaian PBB Tak hanya di dalam negeri. Ryamizard juga pernah membantu misi perdamaian PBB dan menjadi Komandan Kontingen Garuda XXI-B pada 1992.
Ryamizard itu dipercaya oleh PBB untuk membantu konflik berdarah di Kamboja. Setelah misi selesai, Ryamizard kembali ke Tanah Air dan dipercaya menjadi Komandan Brigade Infanteri 17 Ku hingga tahun 1994.
Jabatan strategisnya dimulai saat Ryamizard menjadi Panglima Divisi II Kostrad di tahun 1998. Kemudian Kepala Staf Kostrad, hingga dipromosikan menjadi Panglima Kodam.
Dia juga dipercaya menjadi Pangdam V/Brawijaya tahun 1999 dan Pangdam Jaya hingga tahun 2000. Kemudian, karier Ryamizard semakin melesat setelah ditunjuk menjadi KSAD.
Ia ditunjuk menjadi KSAD di era Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, setelah dua tahun menjabat sebagai Pangdam Jaya. Jabatan itu diembannya selama 3 tahun, yakni pada 2022-2006.
Ryamizard juga hampir menjadi Panglima TNI di tahun 2004, namun akhirnya gagal. Setelah pensiun, Ryamizard pernah menyatakan dukungannya kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden 2014.
Purnawirawan bintang empat itu kemudian ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Pertahanan RI dari tahun 2014-2019. Selama menjabat, salah satu program yang menjadi fokusnya adalah penguatan program Bela Negara.
Penghargaan Ryamizard Ryacudu Di akhir masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan. Ryamizard menerima Bintang Penghargaan Veteran Tertinggi dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn.) Rais Abin. Pengabdian Ryamizard di bidang pertahanan kembali mendapat apresiasi pada 2021.
Saat itu, Universitas Pertahanan RI menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta kepadanya. Kepergian Ryamizard menambah Panjang daftar tokoh nasional yang wafat pada 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....