Agenda Kunjungan Resmi Presiden Prabowo Subianto Hanya ke Prancis

  • 31 Mei 2026 22:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan kunjungan Presiden Prabowo Subianto hanya berlangsung di Prancis.
  • Indonesia dan Prancis membahas target kerja sama bilateral strategis meliputi bidang pertahanan, pendidikan, serta energi.
  • Presiden Prabowo Subianto memiliki modal sosial kuat berupa hubungan personal yang sangat baik dengan Presiden Macron.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto selama empat hari hanya ke negara Prancis. Agenda perjalanan kenegaraan tersebut dipastikan tidak memiliki rencana kunjungan kerja menuju ke berbagai negara lainnya.

Pemerintah Indonesia melaksanakan kunjungan bilateral ini di Paris pada tanggal 26 hingga 29 Mei 2026. Informasi resmi mengenai kunjungan tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.

“Sejak awal, tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis. Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Qodari menyebutkan rencana kunjungan kenegaraan tersebut sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sebulan sebelumnya. Ia menambahkan bahwa agenda pertemuan penting dengan Presiden Emmanuel Macron memang telah dipersiapkan sejak lama.

“Kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita, Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,” katanya.

Kunjungan kenegaraan ini dilaksanakan sebagai balasan atas kehadiran Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025. Ia menjelaskan bahwa kedua negara sedang aktif membahas sejumlah kesepakatan target kerja sama bilateral strategis.

“Yang pertama adalah di bidang pertahanan. Karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu, diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” ujar Qodari.

Kerja sama bilateral tersebut juga meliputi bidang pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika di Indonesia. Kedua belah pihak turut menyepakati kolaborasi dalam sektor energi serta pemanfaatan berbagai komoditas mineral kritis.

Qodari menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kedekatan hubungan personal yang sangat baik dengan Macron. Hal tersebut dinilai sebagai modal sosial penting guna membangun relasi bilateral antara Indonesia dan Prancis.

“Kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara. Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik. Mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar, adidaya,” katanya.

Prabowo juga diketahui menjalin komunikasi sangat harmonis dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. Hubungan persahabatan kenegaraan yang kuat tersebut juga terjalin baik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....