Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana, Kemendikdasmen Gelontorkan Rp2 Triliun
- 31 Mei 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di tiga provinsi.
- Sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di tiga provinsi. Revitalisasi sekolah menjadi fokus utama menjelang tahun ajaran baru.
Sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kondisi itu memengaruhi pembelajaran 707.161 peserta didik dan 59.620 tenaga pendidikan.
Data per 25 Mei 2026 menunjukkan 3.101 sekolah telah menandatangani perjanjian revitalisasi. Nilai bantuan yang disiapkan mencapai Rp2,9 triliun.
Sebanyak 3.033 sekolah telah menerima penyaluran tahap pertama. Total dana yang telah disalurkan mencapai Rp2 triliun.
Mayoritas revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah. Sebanyak 267 sekolah rusak berat dikerjakan bersama TNI AD.
Progres pembangunan terus berjalan di berbagai daerah terdampak. Sebanyak 311 sekolah ditargetkan selesai sebelum Juli 2026.
Direktur Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, mengatakan relokasi sekolah masih berproses. Sejumlah daerah masih menyelesaikan penyediaan dan legalitas lahan.
"Masih ada 66 sekolah yang harus direlokasi dan belum melakukan PKS. Sebagian masih menunggu penyediaan serta legalitas lahan," kata Gogot dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 31 Mei 2026.
Selain revitalisasi, bantuan juga diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan terdampak. Sebanyak 52.513 GTK telah menerima bantuan lebih dari Rp315 miliar.
Di Aceh Tamiang, revitalisasi SLBN Pembina terus dipercepat. Sekolah itu ditargetkan kembali digunakan pada tahun ajaran baru.
"Kami terus kebut pembangunan agar selesai pada Juni. Aktivitas belajar tetap berjalan memanfaatkan ruang kelas darurat."
Sementara itu, pembangunan di SMK Ummul Ayman, Pidie Jaya, juga menunjukkan kemajuan. Ruang kelas baru dan fasilitas pendukung terus dikerjakan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan komitmen pemulihan pendidikan. Kemendikdasmen berupaya menghadirkan lingkungan belajar aman bagi seluruh siswa terdampak.
"Revitalisasi ini bagian dari pemulihan pembelajaran pascabencana. Kami memastikan murid tetap belajar dalam lingkungan yang aman dan layak," ujar Tatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....