KLH: Ekonomi Hijau Bisa Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

  • 31 Mei 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, mengatakan transisi menuju ekonomi rendah karbon akan membuka kebutuhan besar terhadap tenaga kerja
  • Pemerintah juga menargetkan seluruh sampah nasional dapat terkelola pada 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan modernisasi pengelolaan sampah

RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi menuju ekonomi hijau diproyeksikan menjadi salah satu sumber pertumbuhan lapangan kerja baru di Indonesia. Pemerintah menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan generasi muda menjadi solusi atas tantangan lingkungan dan penggerak ekonomi masa depan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat, mengatakan transisi menuju ekonomi rendah karbon akan membuka kebutuhan besar terhadap tenaga kerja. Yaitu dengan kompetensi hijau atau green talent.

“Transisi menuju ekonomi hijau diperkirakan akan melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru. Masa depan ekonomi dunia tidak hanya digital, tetapi juga hijau,” kata Jumhur di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurut Jumhur, dunia saat ini menghadapi tantangan besar berupa krisis iklim dan melihat hilangnya keanekaragaman hayati. Selain itu pencemaran lingkungan yang tidak lagi berdampak pada aspek ekologis.

Di tengah tantangan tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam agenda keberlanjutan global. Dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi hijau.

Jumhur menilai, generasi muda, khususnya Gen Z, akan menjadi aktor utama dalam transformasi tersebut. Berdasarkan survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), lebih dari 80% Gen Z Indonesia memiliki kepedulian isu lingkungan.

Namun, menurutnya, kepedulian tersebut harus diterjemahkan menjadi inovasi. Lalu kewirausahaan dan aksi nyata yang mampu memberikan dampak ekonomi maupun lingkungan.

Seiring berkembangnya ekonomi hijau, kebutuhan terhadap profesi berbasis keberlanjutan diperkirakan terus meningkat. Mulai dari ahli energi terbarukan, insinyur lingkungan, pengelola sampah modern, analis karbon, spesialis ekonomi sirkular, hingga wirausaha hijau.

Pemerintah juga menargetkan seluruh sampah nasional dapat terkelola pada 2029 melalui penguatan ekonomi sirkular dan modernisasi pengelolaan sampah. Berbagai teknologi seperti Refuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), terus didorong menciptakan nilai ekonomi.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan usaha baru. Jika Indonesia mampu menjaga lingkungan serta membangun ekonomi sirkular yang kuat, maka bisa memberikan kontribusi bagi dunia,” kata Jumhur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....