Mendagri: Indonesia Punya Modal Jadi Negara Maju 2045
- 31 Mei 2026 12:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tito optimistis Indonesia jadi negara maju pada 2045
- Indonesia dinilai punya modal besar berupa SDA dan bonus demografi
- Posisi geografis strategis disebut mendukung pertumbuhan ekonomi
- Tito ajak seluruh elemen bangsa dukung Indonesia Emas 2045
- Maruarar Sirait resmi dilantik sebagai Ketum PIKI 2026-2031
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimistis Indonesia mampu menjadi negara maju pada 2045. Optimisme tersebut didasarkan pada potensi nasional berupa sumber daya dan demografi strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Tito menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri pelantikan kepengurusan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) 2026-2031. Kegiatan berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026, dengan dihadiri berbagai kalangan.
Menurut Tito, Indonesia memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan. Keunggulan tersebut mencakup kekayaan alam, penduduk produktif, serta posisi geografis strategis.
Ia menilai faktor-faktor tersebut menjadi modal penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Modal tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam pembangunan mendatang.
Pada kesempatan sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait resmi dilantik. Maruarar menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia periode 2026-2031.
Maruarar mengajak organisasi yang dipimpinnya berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan. Ia juga berharap pemerataan pendidikan agama Kristen terus diperkuat berbagai daerah.
"Saya yakin Bapak adalah Menteri Agama yang adil, sehingga anak-anak kami juga bisa mendapatkan kesempatan, mendapatkan pengajaran agama Kristen di daerah-daerah," kata Maruarar dihadapan RRI.co.id, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menanggapi harapan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan upaya pemerintah berkelanjutan. Pemerintah terus memenuhi kebutuhan pendidikan agama bagi seluruh peserta didik nasional.
Nasaruddin menyebut berbagai skema telah diterapkan menghadapi keterbatasan tenaga pengajar daerah. Skema tersebut ditujukan agar siswa tetap memperoleh pembelajaran sesuai keyakinannya masing-masing.
"Karena bagi kita anak-anak sekolah itu perlu belajar agama. Jangan sampai ada anak-anak kita nanti tidak belajar agama," ucap Menteri Agama, Nasaruddin.
Pelantikan Maruarar sebagai Ketua Umum DPP PIKI menandai berakhirnya masa kepengurusan periode 2020-2025. Acara tersebut dihadiri tokoh nasional, akademisi, pemuka agama, dan pengurus PIKI dari berbagai daerah di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....