Keberlanjutan Perkuat Daya Saing Komoditas Indonesia di Tingkat Global

  • 30 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Salah satu instrumen yang didorong pemerintah adalah Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB).
  • Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyoroti pentingnya transformasi berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Keberlanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam perdagangan global. Aspek tersebut turut menentukan daya saing komoditas Indonesia.

Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyoroti pentingnya transformasi berkelanjutan. Langkah itu mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang.

Menurutnya, keberlanjutan semakin menentukan akses pasar. Komoditas harus memenuhi tuntutan standar global.

“Keberlanjutan kini menjadi faktor penting dalam pembangunan nasional. Termasuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.

Salah satu instrumen yang didorong pemerintah adalah Platform Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB). Sistem tersebut mendukung tata kelola berkelanjutan di daerah.

Melalui IYB, pemerintah mendorong keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan. Pendekatan itu diterapkan pada tingkat kabupaten dan provinsi.

Teguh menilai implementasi IYB membutuhkan dukungan lintas sektor. Kolaborasi pemerintah, petani, asosiasi, dan swasta menjadi kunci.

“Implementasi IYB memperkuat kolaborasi dan transparansi. Instrumen ini juga mendukung sistem produksi berkelanjutan,” ujarnya.

Program tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional jangka panjang. IYB mendukung target dalam RPJPN dan RPJMN.

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Jarot Indarto, menilai IYB memperkuat pemantauan berbasis yurisdiksi. Sistem itu juga meningkatkan transparansi data.

Dukungan terhadap pengembangan IYB datang dari berbagai mitra internasional. Mereka menilai platform tersebut selaras standar keberlanjutan global.

“Keberlanjutan bukan lagi pilihan dalam perdagangan dunia. Transparansi dan ketertelusuran kini menjadi kebutuhan utama,” ujar perwakilan mitra pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....