Usai Salat Iduladha Mensos Ajak Masyarakat Utamakan Tabayun
- 27 Mei 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gus Ipul ajak masyarakat mengedepankan tabayun di tengah derasnya arus informasi digital
- Mensos menilai masyarakat perlu menahan diri sebelum menghakimi atau membalas ujaran kebencian
- Pesan tersebut menjadi refleksi khutbah Iduladha Prof Hamdan Juhannis di Masjid Istiqlal
- Menag Nasaruddin Umar ingatkan pentingnya menghormati setiap profesi dan sesama manusia
- Salat Iduladha di Istiqlal dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka dan ribuan jemaah
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengajak masyarakat mengedepankan sikap tabayun di tengah derasnya arus informasi. Ajakan itu disampaikan usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu 27 Mei 2026.
Gus Ipul mengatakan masyarakat perlu menahan diri sebelum menghakimi atau membalas ujaran kebencian di ruang publik. Menurutnya, masyarakat juga perlu membiasakan sikap saring sebelum sharing.
“Saya (tadi) bisa ikut mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Prof. Hamdan Juhannis. Salah satu (pesan) yang menarik dan bisa jadi bahan perenungan bersama, dia menyebut begini, dalam relasi kemanusiaan, sabar juga berubah wajah. Sabar bukan sekadar menahan amarah, tetapi kemampuan memahami sebelum menghakimi,” kata Gus Ipul.
Ia mengatakan pesan tersebut menjadi salah satu refleksi dari khutbah Iduladha yang disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis. Khutbah mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Menurut Gus Ipul, perkembangan teknologi membuat masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi. Ia menilai sikap sabar dan pengendalian diri menjadi bagian penting menjaga keadaban sosial.
“Sabar adalah keadaban di tengah kebablasan dalam berekspresi dan seni mengendalikan diri di tengah dunia yang tidak sabar. Ini menarik sekali, dan bagian dari refleksi kita di tengah-tengah kehidupan dengan kemajuan teknologi yang luar biasa,” kata Gus Ipul.
Senada dengan itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengingatkan pentingnya menghormati setiap profesi dan sesama manusia. Ia menilai manusia tidak hanya dinilai dari hubungan dengan Tuhan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Jadi setiap orang dan semua profesi itu masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan memandang enteng nelayan itu tidak ada apa-apa(nya), walaupun dia seperti itu, tetapi ternyata tadi dikisahkan oleh khatib itu luar biasa,” ujar Nasaruddin.
Salat Iduladha di Masjid Istiqlal turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Ribuan jemaah juga memadati kawasan Masjid Istiqlal sejak pagi hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....