Penyediaan 1.098 Sapi Kurban Presiden Dipastikan Berjalan Optimal

  • 28 Mei 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan, penyediaan 1.098 sapi kurban Presiden, melalui kolaborasi lintas sektor
  • Pemerintah berkerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Pengemuk Sapi Indonesia (APPSI), untuk pengadaan sapi kurban Presiden yang memenuhi kualifikasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyediaan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, dilakukan melalui koordinasi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro.

Dijelaskan Wamensesneg, melalui koordinasi itu, Kementan sebagai pengampu peternakan hewan, bekerja sama dengan dinas-dinas terkait di daerah. Selain itu, dalam penyediaan sapi kurban Presiden ini, juga melibatkan Asosiasi Peternak dan Pengemuk Sapi Indonesia (APPSI).

"Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan dinas-dinas di daerah yang membidangi atau mengurusi peternakan dan kesehatan hewan. Kemudian kami juga kerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Pengemuk Sapi Indonesia," kata Juri dalam konferensi persnya, Jakarta, Selasa, 27 Mei 2026.

Sejumlah pihak tersebutlah dikatakan Wamensesneg, turut andil dalam menyediakan sapi kurban Presiden yang berkualitas. Selain memastikan bobot yang memenuhi kriteria sapi Presiden, namun juga memastikan pemenuhan syarat untuk sebagai hewan kurban.

"Sehingga dalam hal pemenuhan sejumlah atau 1.098 sapi ini bisa kami dapatkan dengan baik. Penyedia hewan kurban dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi, atau syarat-syarat untuk menjadi sapi korban," ujarnya.

Diiketahui, dalam momentum Iduladha 1447 Hijriah ini, Presiden Prabowo memberikan 1.098 ekor sapi kurban, dengan nilai mencapai Rp100 Miliar. Wamensesneg menuturkan, pengadaan sapi kurban Presiden ini menggunakan anggaran APBN dari alokasi Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

"Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100 Miliar. Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui anggaran bantuan kemasyarakatan Presiden," imbuh Wamensesneg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....