Presiden Prabowo Akan Rayakan Iduladha Bersama WNI di Prancis

  • 26 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kunjungan Presiden Prabowo atas undangan resmi Presiden Prancis
  • Bagi Prancis, Indonesia adalah mitra stretegis Prancis
  • Presiden Prabowo Subianto merayakan Iduladha di Paris, Prancis

RRI.CO.ID, Paris- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha bersama Warga Negara Indonesia (WNI) di Paris, Prancis. Kegiatan tersebut sebelum Kepala Negara memulai rangkaian acara resmi kenegaraan di Prancis.

“Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha. Kemudian silahturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Adapun ketibaan Presiden Prabowo di Bandara Orly, Paris, Selasa, 26 Mei 2026 pukul 10.00 waktu setempat. Presiden Prabowo tiba di Paris setelah menempuh 16 jam penerbangan.

Presiden Prabowo disambut secara militer oleh regu jajar kehormatan. Ketibaan Presiden Prabowo juga disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou.

Selanjutnya Presiden Prabowo meninggalkan bandara dan disambut antusias oleh ratusan WNI yang menunggu di hotel tempat Kepala Negara menginap. Kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo diharapkan makin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Seskab mengatakan, hingga saat ini, kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang. Menurut Teddy, Prancis menilai Indonesia merupakan mitra yang sangat straregis.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis. Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia, khususnya menuju kawasan Eropa,” katanya.

Teddy menjelaskan kunjungan Presiden Prabowo atas undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pertemuan kedua pemimpin negara sudah diagenda sejak tahun lalu.

“Undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu. Sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” ujar Teddy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....