BMKG Perketat Pengawasan Titik Panas Karhutla Musim Kemarau

  • 26 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memperketat pengawasan titik panas di Sumatra dan Kalimantan.
  • Pemerintah memetakan enam provinsi sebagai fokus pengendalian bencana karhutla tahun ini.
  • Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan tiga provinsi Kalimantan.

RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG memperketat pengawasan titik panas di Sumatra dan Kalimantan. Langkah itu dilakukan mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau 2026.

Pemerintah memetakan enam provinsi sebagai fokus pengendalian bencana karhutla tahun ini. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan tiga provinsi Kalimantan.

Fenomena El Nino diperkirakan memicu peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan. El Nino tahun ini diprediksi berada pada tingkat moderat hingga kuat.

Penurunan curah hujan diperkirakan lebih besar dibandingkan kondisi normal tahunan. Kondisi tersebut meningkatkan kerawanan wilayah selama musim kemarau berlangsung.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyebut pemantauan dilakukan berkala. BMKG terus memonitor indikator kemunculan karhutla di berbagai daerah rawan.

“Bahkan pada April lalu kami sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Langkah dini tersebut membuat kondisi lapangan saat ini cukup membaik,” ujar Tri, di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

BMKG juga memprioritaskan pengawasan tingkat kebasahan lahan gambut di wilayah rawan. Lahan gambut mengering dinilai berpotensi memicu kebakaran berskala besar.

“Lahan gambut yang mulai mengering menjadi perhatian utama tim gabungan. Intervensi cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas,” katanya.

Mitigasi karhutla dilakukan melalui sinergi BMKG, BNPB, kementerian, dan pemerintah daerah. Kolaborasi itu diharapkan mampu menekan eskalasi bencana karhutla nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....