Lemhannas Dorong Akselerasi Ekonomi untuk Perkuat Ketahanan Nasional

  • 26 Mei 2026 12:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lemhannas menilai akselerasi ekonomi penting untuk memperkuat ketahanan nasional.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen.
  • Lemhannas optimistis target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 realistis.

RRI.CO.ID, Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menegaskan akselerasi pertumbuhan ekonomi menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan nasional. Langkah tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, dalam Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27. Seminar tersebut menjadi bagian akhir dari proses pendidikan Lemhannas yang telah berlangsung selama tiga setengah bulan.

Ace mengatakan tema seminar dipilih karena kondisi geopolitik global saat ini masih penuh ketidakpastian dan berdampak terhadap perekonomian dunia. Meski demikian, ia menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif.

“Ekonomi dunia memang sekarang ini mengalami pelambatan. Tetapi alhamdulillah Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 ini pertumbuhan ekonominya tetap positif di angka 5,61 persen,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Ace, capaian tersebut perlu terus dijaga untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 dan menuju 8 persen pada 2029.

“Nah angka 8 persen di tahun 2029 tentu bagi kami itu merupakan target yang realistis. Karena sekarang dengan 5,61 persen kemudian nanti tahun 2027 di angka 5,8 sampai 6,5 persen ini harus terus diupayakan,” kata Ace.

Ia menambahkan, Lemhannas melalui pendidikan P3N terus mendorong lahirnya berbagai langkah strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional berkualitas. Menurutnya, penguatan ketahanan nasional perlu dilakukan melalui sinergi sektor pasar modal, perbankan, dan sistem keuangan nasional.

Ace juga menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Selain pasar domestik yang besar, Indonesia juga memiliki sumber daya alam melimpah yang dapat menjadi fondasi penguatan ekonomi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....