Wamensos Dorong Pringsewu Siapkan Sekolah Rakyat
- 26 Mei 2026 05:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamensos dorong Pringsewu segera siapkan lahan Sekolah Rakyat
- Sekolah Rakyat jadi prioritas Presiden Prabowo putus rantai kemiskinan
- Agus Jabo minta Pemkab Pringsewu usulkan lahan melalui sistem pinjam pakai
- Lahan Sekolah Rakyat minimal seluas 6,8 hektare
- Lokasi sekolah tidak boleh berada di kawasan rawan bencana
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Pringsewu segera mencari lahan pembangunan Sekolah Rakyat. Program tersebut menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan.
Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 25 Mei 2026. Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Pringsewu Debi Hardian beserta jajaran.
“Cari lahan untuk diusulkan. Ini nanti sistem pinjam pakai,” katanya.
Agus Jabo menjelaskan lahan Sekolah Rakyat harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya memiliki luas minimal 6,8 hektare dan tidak berada di wilayah rawan bencana.
Selain itu, status lahan harus jelas dan bukan lahan sengketa. Lokasi juga wajib memiliki akses jalan, listrik, dan air bersih memadai.
Menurut Agus Jabo, lahan yang lolos asesmen Kementerian Pekerjaan Umum akan segera dibangun. Setelah selesai, pengelolaan sekolah diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Program pendidikan gratis tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Agus Jabo juga meminta Pemkab Pringsewu memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah itu dilakukan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
“Caranya cuma satu menurut saya, harus groundcheck. Kemudian ketahuan siapa yang sudah tidak berhak menerima, berapa puluh ribu penerima dikeluarkan, diganti yang baru,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengaku daerahnya masih kesulitan mencari lahan sesuai syarat. Sebagian besar lahan di wilayah tersebut merupakan kawasan pertanian.
“Ada kan yang 3 hektare itu karena ada LBS, sawah. Jadi enggak mungkin digunakan,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Pringsewu memastikan akan terus mencari lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah juga menyatakan siap menindaklanjuti arahan Kementerian Sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....