Wamenkomdigi Tegaskan Proyeksi Indonesia Kuasai Ekonomi Digital di Asia

  • 26 Mei 2026 05:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, Indonesia diproyeksikan akan menjadi ekonomi digital terbesar se-Asia
  • Ekonomi digital Indonesia pada tahun 2026, akan melampaui PDB nasional
  • Peningkatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ini dikatakan Wamenkomdigi Nezar Patria, ditopang dari perngembangan AI

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia. Bahkan hal ini diungkapkan Nezar, dapat terwujud dalam beberapa tahun ke depan.

Dikatakannya pada di Tahun 2026, proyeksi ekonomi digital Indonesia akan melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) senilai USD100 miliar (1 USD = Rp17.720). Bahkan tidak hanya itu, diperkirakannya pada tahun 2030, angka ekonomi digital Indonesia akan terus meroket tajam.

"Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui PDB US$100 miliar pada tahun 2026, berpotensi mencapai antara US$220 miliar. Dan US$360 miliar pada tahun 2030, sehingga memposisikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia," kata Nezar dalam keterangan resminya dikutip di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Wamenkomdigi menuturkan, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia itu, ditopang dengan pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain pertumbuhan AI, hal yang mendorong lainnya, yakni investasi infrastruktur digital global, dan penguatan kebijakan AI Nasional.

Nezar mengatakan, sebagai kementerian yang bertanggung jawab atas kebijakan digital nasional, Kemkomdigi tidak hanya bertindak sebagai fasilitator. Namun ditegaskannya, bahwa Kemkomdigi juga berperan sebagai akselerator dan pelindung dalam ekosistem AI Indonesia.

Dalam kontek tersebut ia menguraikan, Kemkomdigi memiliki tiga pilar kebijakan terkait AI. Pertama yakni regulasi yang menyeimbangkan inovasi dan perlindungan.

Pilar pertama ini ditekankan Nezar, mewajibkan platform AI menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, keamanan. Selain itu, platform AI juga diminta untuk dapat memastikan nilai dan prinsipnya selaras dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

Pilar kedua diungkapkan Wamenkomdigi, ialah infrastruktur digital kelas dunia. Ia menjelaskan dalam hal ini, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam hal investasi dan pembangunan.

Sementara pilar ketiga, yakni berkaitan dengan pengembangan talenta digital yang inklusif. Hal ini menurut Nezar, infrastruktur kelas dunia akan sia-sia, bila tidak adanya sumber daya manusia yang mumpuni.

"Infrastruktur kelas dunia tidak akan banyak nilainya, tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Indonesia saat ini menghadapi kesenjangan talenta digital sekitar 3 juta orang, sebuah urgensi yang tidak dapat diabaikan," ujar Wamenkomdigi Nezar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....