Kemensos Siapkan Bantuan Lanjutan Pascabencana Sumatra

  • 25 Mei 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos siapkan bantuan lanjutan pascabencana Sumatra lebih dari Rp1 triliun
  • Bantuan disalurkan melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
  • Bantuan tahap pertama pascabencana Sumatra telah selesai disalurkan
  • Penyaluran lanjutan dilakukan berdasarkan data terverifikasi daerah terdampak
  • Bantuan meliputi santunan korban, stimulan ekonomi, isian rumah, dan jaminan hidup

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan lanjutan pascabencana Sumatra senilai lebih dari Rp1 triliun. Bantuan disalurkan melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bantuan tahap pertama telah selesai disalurkan. Penyaluran tahap lanjutan dilakukan berdasarkan data terverifikasi dari sejumlah daerah terdampak.

“Kemensos ditugaskan Presiden melalui Satgas yang dibimbing oleh Pak Mendagri untuk menyalurkan bantuan kebencanaan berupa santunan korban meninggal dan luka-luka. Lalu ada bantuan stimulan sosial ekonomi, isian rumah, dan jaminan hidup selama tiga bulan,” katanya.

“Penyaluran berdasarkan data-data yang terverifikasi dari beberapa kabupaten kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ucapnya. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Selain bantuan kebencanaan, Kemensos juga terus menyalurkan bantuan sosial reguler. Bantuan tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.

Gus Ipul juga menyampaikan perluasan cakupan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) di Aceh. Kemensos disebut telah mengakomodir lebih dari 400 ribu penerima tambahan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut pemerintah mulai memasuki tahap pemulihan permanen pascabencana. Tahap tersebut dilakukan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Itulah jadi dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa untuk menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk," katanya.

Tito mengatakan total anggaran pemulihan permanen mencapai Rp100,166 triliun selama tiga tahun. Anggaran tersebut telah disetujui pemerintah dan mendapat dukungan DPR RI.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Prof Sufmi Dasco Ahmad. Alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama 3 tahun," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....