Mendagri: Mayoritas Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Telah Kembali Beroperasi

  • 25 Mei 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tito Karnavian menyebut sekitar 3.800 dari 4.922 sekolah terdampak sudah diperbaiki dan kembali digunakan untuk belajar.
  • Sejumlah sekolah masih belajar di tenda, kelas darurat, atau menumpang di sekolah lain, terutama di zona merah.
  • Pemerintah menyiapkan relokasi bagi sekolah di wilayah rawan untuk memastikan proses belajar lebih aman dan optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Proses pembelajaran di wilayah terdampak bencana di Sumatra secara umum telah kembali berjalan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Senin, 25 Mei 2026.

Kendati demikian, Tito menyebut masih terdapat sejumlah sekolah yang beroperasi dalam kondisi terbatas. Dari total 4.922 sekolah terdampak, mayoritas sudah kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sekitar 3.800 sekolah di antaranya telah diperbaiki dan kembali beroperasi di lokasi semula. Tito juga mengakui masih ada sejumlah sekolah yang menjalankan pembelajaran di tenda darurat.

“Daerah merah yang diharus relokasi, ini yang tadi kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untuk relokasinya. Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah lain, tapi majoritas sudah di sekolah masing-masing,” ujar Tito, usai Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Pemerintah, di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ia menegaskan, percepatan pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas. Tujuannya agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP, Maruarar Sirait, juga tengah mempercepat pembangunan hunian tetap. Ia menyampaikan, pemerintah tengah memperkuat koordinasi lintas lembaga.

“Kami juga membuka berbagai opsi kerja sama, termasuk dengan PT Semen Indonesia dan Semen Padang. Kami targetkan tanggal 1 atau paling lambat 2 Juni sudah ada timeline jelas sampai pembangunan bisa berjalan,” ujar Maruarar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....