Hasil Investigasi Awal Bareskrim, 'Blackout' Wilayah Sumatra Tak Ada Unsur Sabotase
- 25 Mei 2026 15:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bareskrim memastikan blackout Sumatera bukan akibat sabotase.
- Gangguan listrik diduga dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem.
- Seluruh sistem kelistrikan Sumatera kini kembali normal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) mengungkap hasil investigasi awal blackout (mati lampu total) di wilayah Sumatra. Hasil investigasi tersebut menyatakan gangguan listrik tidak mengandung unsur sabotase maupun kesengajaan.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifudin menjelaskan, tim gabungan telah melakukan investigasi lapangan di Muaro Jambi. Pemeriksaan tersebut melibatkan Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan juga PT PLN.
"Berdasarkan identifikasi awal, gangguan terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Gangguan itu diduga dipicu cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang," ujarnya kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera mengalami ketidakstabilan frekuensi dan tegangan. Akibatnya, lanjut Nunung, sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai hingga memicu blackout massal.
Selain itu, tim gabungan juga menemukan kabel transmisi putus di sekitar tower jaringan listrik. Wilayah terdampak, kata Nunung, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan.
"Struktur tower transmisi secara umum masih dalam kondisi baik. Polisi juga tidak menemukan kerusakan signifikan pada konstruksi tower tersebut," ujarnya.
Menurutnya, penyebab putusnya kabel masih didalami melalui pemeriksaan laboratorium forensik. Dugaan sementara mengarah pada faktor mekanis, sambungan longgar, hingga pengaruh cuaca ekstrem.
“Sampai saat ini dapat dipastikan tidak ditemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem,” ucapnya.
| Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Seskoad |
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN Edwin Nugraha Putra menjelaskan, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk. Kondisi itu kemudian memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi.
Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian berbeda. Wilayah utara mengalami kekurangan daya hingga memicu pemadaman secara berantai.
Edwin menjelaskan, PLN melakukan pemulihan bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas. Setelah proses pemulihan dilakukan, seluruh sistem kelistrikan Sumatra kembali normal dan stabil.
“Seluruh sistem kelistrikan Sumatra telah kembali normal 100 persen. Saat ini sistem beroperasi dengan aman dan stabil,” katanya.
Untuk diketahui 'Blackout' terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan tersebut diduga dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem yang memengaruhi jaringan transmisi listrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....