DPR Dorong Penguatan Program Beasiswa dan CSR Pendidikan Vokasi
- 24 Mei 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pendidikan vokasi
- Melalui penguatan program beasiswa dan pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) industri untuk sekolah vokasi
- Menurut Hendry, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk ke dunia industri
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pendidikan vokasi. Melalui penguatan program beasiswa dan pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) industri untuk sekolah vokasi.
Menurut Hendry, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk ke dunia industri. Sehingga perlu didukung melalui penyediaan fasilitas, sarana praktik, hingga akses pendidikan yang lebih luas.
“Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas karena langsung menjawab kebutuhan industri. Dukungan beasiswa dan fasilitas belajar menjadi kunci,” kata Hendry, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia mendorong pemerintah memperkuat program bantuan pendidikan. Seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) agar semakin banyak generasi muda tertarik menempuh pendidikan vokasi.
“Beasiswa seperti KIP dan PIP harus diperkuat. Agar semakin banyak anak-anak kita tertarik masuk sekolah vokasi,” ujarnya.
Selain itu, Hendry meminta Kementerian Perindustrian mengarahkan program CSR perusahaan industri ke sektor pendidikan vokasi. Seperti bantuan alat praktik, beasiswa, hingga dukungan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan.
“CSR industri jangan hanya fokus pada kegiatan sosial umum. Tetapi juga harus menyentuh pendidikan vokasi melalui bantuan alat, beasiswa, dan bahkan jaminan kerja,” ucapnya.
Hendry menilai penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan dinilai penting dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan.
“Kalau kita serius membangun pendidikan vokasi. Maka kita sedang menyiapkan masa depan tenaga kerja Indonesia yang lebih kompetitif,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Riau, Hendry juga menilai provinsi tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan vokasi. Karena didukung keberadaan berbagai sektor industri.
Menurut dia, sinergi antara dunia industri dan lembaga pendidikan di Riau dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, penyediaan fasilitas praktik. Hingga peluang kerja bagi lulusan sekolah vokasi.
“Riau punya basis industri yang kuat. Ini harus disinergikan dengan dunia pendidikan vokasi agar menciptakan SDM unggul,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....