Presiden: Kita Akan Lakukan Apapun untuk Hentikan Kebocoran Kekayaan Indonesia
- 23 Mei 2026 19:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghentikan kebocoran kekayaan Indonesia
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan, ia dan para pembantunya akan berusaha sekeras tenaga untuk mencegah kebocoran kekayaan Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahan di bawah kepemimpinannya dalam menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal itu disampaikan Presiden, usai menghadiri Panen Raya Udang Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah.
Presiden menyatakan, bahwa ia dan seluruh jajaran pembantunya, siap mengerahkan berbagai upaya, dalam menghentikan kebocoran kekayaan negara. Sebab ditegaskan Kepala Negara, kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia, merupakan hak untuk rakyat Indonesia.
"Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," kata Presiden Prabowo, di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Sabtu, 23 Mei 2026.
Lebih lanjut Kepala Negara menyatakan bahwa tekad tersebut, juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hal ini merujuk pasal 33 dalam UUD 1945, yang menyatakan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara.
Hasil pengelolaan kekayaan alam tersebut mengamanatkan, harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Untuk itu Kepala Negara menuturkan, bahwa Indonesia harus mampu mengelola kekayaan alam secara mandiri.
Namun Presiden Prabowo mengatakan, dari hasil pengelolaan kekayaan alam itu, tidak boleh dinikmati oleh segelintir pihak. Presiden menegaskan bahwa kekayaan alam bangsa Indonesia, harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
"Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....