Stok Beras Nasional 5,39 Juta Ton, Tertinggi sejak Indonesia Merdeka

  • 23 Mei 2026 02:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stok beras Bulog capai 5,39 juta ton pada Mei 2026
  • Bulog targetkan stok naik jadi 6 juta ton akhir Juni
  • Pemerintah sebut capaian didukung program swasembada pangan
  • Bulog sewa tambahan gudang untuk antisipasi lonjakan stok
  • Pembangunan 100 titik gudang baru disiapkan di daerah 3T

RRI.CO.ID, Jakarta: Stok beras nasional saat ini, Mei 2026, mencapai 5,39 juta ton. Angka stok beras ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Perusahaan Umum (Perum) Bulog memastikan stok beras nasional di gudang mencapai 5,39 juta ton pada Mei 2026. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga menyentuh enam juta ton pada akhir Juni mendatang.

Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramli mengatakan capaian itu didukung kinerja seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga petani yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah di tahun 2025 kita sudah swasembada pangan. Poyeksi di bulan Mei mencapai 5,39 juta ton,” ujarnya usai olahraga bersama media di Jakarta, Jumat 22 Mei 2026.

Menurut Rizal, capaian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Bulog juga memprediksi swasembada pangan dapat kembali tercapai pada 2026.

Presiden Prabowo Subianto, telah melakukan perubahan arsitektur sistem pertanian, memastikan lumbung nasional terjaga secara distribusi. Langkah ini penting karena dunia masih dilanda krisis politik dan iklim.

Presiden Prabowo, bulan April 2026 melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog di Danuerejo, Magelang. Saat sidak dilakukan, gudang Bulog di Danurejo sedang berada dalam konsisi penuh pasokan beras

Rizal mengatakan gudang Bulog saat ini mampu menampung sekitar empat juta ton beras. Namun Bulog telah menyewa tambahan gudang sekitar dua juta ton untuk mengantisipasi lonjakan stok.

Menurutnya, Bulog juga menyiapkan pembangunan 100 titik pergudangan baru di seluruh Indonesia. Gudang tersebut diprioritaskan di wilayah terluar, terdepan, dan terpencil.

“Tujuannya untuk menambah cadangan stok gudang kami dan mempercepat distribusi logistik Bulog kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Bulog juga merencanakan tambahan sewa gudang sekitar satu juta ton. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kapasitas penyimpanan beras nasional hingga tujuh juta ton.

Rizal menargetkan total stok beras Bulog dapat mencapai enam juta ton pada akhir Juni 2026. Target tersebut disiapkan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas pasokan beras.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras nasional saat ini tertinggi sejak Indonesia merdeka. Ia mengatakan capaian tersebut melampaui stok beras nasional saat swasembada pangan 1984.

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan 5,5 juta ton,” kata Mentan Amran di Surabaya, Rabu 13 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....