Aceh Disiapkan Jadi Percontohan Kebangkitan Imunisasi Nasional Wilayah Barat
- 22 Mei 2026 16:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamenkes Dante Saksono menyebut Aceh menjadi awal kebangkitan imunisasi nasional dari wilayah barat Indonesia
- Pemerintah daerah Aceh melibatkan ulama, masjid, dan lintas sektor memperkuat sosialisasi imunisasi masyarakat
- Dinas Kesehatan Aceh menargetkan capaian imunisasi tahunan mencapai 95 persen untuk menekan angka zero dose
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebut Aceh menjadi awal kebangkitan imunisasi nasional dari wilayah barat Indonesia. Ia mengatakan Aceh akan dijadikan percontohan peningkatan cakupan imunisasi melalui evaluasi pemerintah pada masa mendatang.
“Aceh akan kita jadikan percontohan bagaimana angka imunisasi yang rendah pada saat ini. Nanti pada evaluasi kita berikutnya bisa menjadi percontohan bagi tempat-tempat lain,” ujarnya usai kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.
Dante mengatakan, rendahnya angka imunisasi di Aceh diharapkan berubah menjadi contoh keberhasilan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Menurutnya, kebangkitan imunisasi nasional dimulai dari bumi Aceh sebagai wilayah paling barat Indonesia.
Dante juga menyoroti rencana pemerintah daerah melakukan imunisasi kepada anak-anak aparatur sipil negara secara menyeluruh. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan imunisasi di tengah masyarakat.
Selain itu, Ia juga menerima surat edaran seorang bupati di Aceh mengenai khutbah Jumat berkaitan dengan imunisasi masyarakat. Ia menilai keterlibatan ulama dan masjid menjadi langkah penting meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi anak.
“Beliau menyampaikan surat edaran kepada seluruh masjid di salah satu kabupaten di Aceh. Untuk memberikan khutbah Jum'at yang berkaitan dengan imunisasi, ini kan luar biasa,” ucap Dante.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus menekankan kolaborasi lintas sektor mempercepat penurunan angka zero dose imunisasi. Ia menyebut dukungan MPU Aceh penting memperkuat pendekatan keagamaan meningkatkan penerimaan imunisasi masyarakat daerah.
Ferdiyus mengatakan, seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan membantu sosialisasi imunisasi masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor diharapkan mampu menurunkan angka zero dose secara bertahap seluruh wilayah.
“Semua yang berbasis tentang keagamaan kita selalu di kabupaten, kota, sehingga mudah-mudahan secara masif kita bekerjasama. Untuk bagaimana cara pencapaian imunisasi supaya zero dosenya tidak terlalu tinggi lagi di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Ia menargetkan capaian imunisasi tahunan mencapai minimal 95 persen melalui dukungan tenaga kesehatan puskesmas. Ferdiyus menyebut Provinsi Aceh memiliki sekitar 37 ribu tenaga kesehatan tersebar pada 366 puskesmas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....