KAI Diminta Gencarkan Pilah Sampah di 600 Stasiun dan Sepanjang Jalur Rel
- 22 Mei 2026 12:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meminta PT Kereta Api Indonesia memperkuat edukasi pengelolaan sampah
- PT KAI akan terus mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan stasiun demi mendukung transportasi berkelanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meminta PT Kereta Api Indonesia memperkuat edukasi pengelolaan sampah di seluruh area operasional. Termasuk di 600 stasiun dan jalur rel sepanjang 7.000 kilometer di Indonesia.
Menurutnya, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah harus diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat. Karena setelah mengecek 7000km rel, ia menyebut masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sekitaran rel.
Dalam program tersebut, KAI mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui proyek percontohan di Stasiun Gambir. Program itu mencakup pemilahan sampah, pengumpulan terintegrasi, TPS3R, pengolahan sampah organik menggunakan biodigester.
Diaz mengapresiasi langkah KAI yang mulai mengaktifkan TPS3R di wilayah DKI Jakarta maupun luar Jakarta. Ia berharap program serupa dapat diterapkan di seluruh stasiun kereta api di Indonesia.
“Saya sangat apresiasi yang dilakukan KAI, termasuk membangun dan aktifkan TPS3R di DKI dan luar DKI, ini sejalan dengan visi misi KLH. Jadi KAI sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan sampah sesuai yang kita inginkan dengan strategi aktivasi TPS3R,” kata Diaz lewat keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.
KLH/BPLH, siap mendampingi KAI dalam penyusunan modul edukasi, peningkatan kesadaran pemilahan sampah, hingga pencarian offtaker hasil pengelolaan sampah. Program ini juga menjadi bagian dari target nasional pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMN.
Sementara PT KAI akan terus mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan stasiun demi mendukung transportasi berkelanjutan. Hal tersebut dikatakan langsung Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia, I Gede Darmayusa.
“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan stasiun yang bersih. Tidak hanya modernisasi tapi mengembangkan pengelolaan sampah atau waste management-nya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....