Rencana Bandara Kertajati jadi MRO Pesawat C-130 AS, DPR Minta Dikaji Hati-Hati
- 21 Mei 2026 07:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi I DPR RI menyorot, rencana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai tempat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
- Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta, pemerintah berhati-hati terkait persetujuan MRO di Bandara Kertajati.
- Jika fasilitas tersebut eksklusif mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Asia. Maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi I DPR RI menyorot, rencana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai tempat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Tepatnya, pusat perawatan pesawat C-130 Hercules atas usulan Pemerintah Amerika Serikat (AS)
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta, pemerintah berhati-hati terkait persetujuan MRO di Bandara Kertajati. Mengingat, perlu ada kejelasan mengenai cakupan operasional MRO tersebut.
Sebab, apabila fasilitas itu hanya digunakan untuk pesawat-pesawat C-130 milik militer AS yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik. Maka, hal itu berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan politik strategis.
“Jika fasilitas tersebut eksklusif mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Asia. Maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Oleh karenanya, ia mengingatkan, hal tersebut harus dicermati dengan detail. Karena, berpotensi berbenturan dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.
Lalu, menurutnya, kerja sama tersebut tidak bisa dipandang sekadar proyek industri penerbangan biasa. Melainkan memiliki dimensi strategis, pertahanan, hingga kedaulatan negara yang harus dikaji secara menyeluruh.
Ia menegaskan, publik juga perlu memahami bahwa tawaran tersebut datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Bukan dari pabrikan pesawat Hercules sebagai kerja sama industri murni.
TB Hasanuddin juga menyoroti, status Bandara Kertajati yang selama ini merupakan bandara sipil. Apabila digunakan sebagai pusat perawatan pesawat militer asing, maka perlu ada penyesuaian regulasi, tata kelola, serta pengaturan zonasi yang jelas.
“Bandara Kertajati saat ini berstatus bandara penerbangan sipil. Kalau nanti menjadi pusat perawatan pesawat militer, tentu harus ada pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil," ujarnya.
Diketahui, Menteri Perang AS, Pete Hegseth memberi tawaran menarik kepada pemerintah RI terkait pemusatan program pemeliharaan (maintenance, repair, and overhaul/MRO). Hingga, perbaikan pesawat C-130 Hercules di seluruh Asia.
Nantinya, MRO seluruh pesawat angkut andalan Angkatan Udara AS (USAF) tersebut dipusatkan di Indonesia. Pernyataan Niatan Hegseth itu disampaikan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI saat keduanya bertemu di Pentagon, AS pada April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....