Kemensos Terus Salurkan Bantuan Lanjutan Pascabencana Sumatra
- 20 Mei 2026 20:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Sosial melanjutkan penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat
- Bantuan meliputi bantuan sosial reguler dan rehabilitasi pascabencana
- Penyaluran bantuan dibahas dalam audiensi Menteri Sosial dengan Wakil Gubernur Aceh
- Bantuan sosial mencakup Program Keluarga Harapan dan bantuan pangan non-tunai triwulan kedua
- Kementerian Sosial melanjutkan bantuan kebencanaan melalui Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan lanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi bantuan sosial reguler hingga bantuan rehabilitasi pascabencana.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf usai menerima audiensi Wakil Gubernur Aceh di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026. Pertemuan juga membahas usulan perluasan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat Aceh.
“Alhamdulillah semua jalan sekarang sedang berproses. Untuk bantuan sosial PKH dan bantuan pangan non-tunai triwulan kedua,” ucapnya.
“Kami juga melanjutkan bantuan kebencanaan melalui Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Sesuai arahan Presiden,” katanya.
Menurut Saifullah Yusuf, tahap pertama bantuan pascabencana telah disalurkan hampir Rp1 triliun. Penyaluran tahap lanjutan akan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi pemerintah.
“Kami akan menyalurkan bantuan berdasarkan data-data yang sudah terverifikasi. Dari beberapa kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ucapnya.
“Nilainya lebih dari Rp1 triliun. Penyaluran dilakukan secara bertahap,” katanya.
Bantuan tersebut meliputi santunan kematian bagi keluarga korban bencana, bantuan luka berat, bantuan stimulan sosial ekonomi, isian rumah, dan jaminan hidup selama tiga bulan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah mengatakan bencana menyebabkan peningkatan angka kemiskinan di Aceh. Pemerintah Aceh juga mengusulkan perluasan cakupan PBI JK untuk masyarakat terdampak.
“Kami memohon ada 800 ribu masyarakat Aceh agar ditanggungkan melalui dana Kemensos untuk PBI JK,” ucapnya.
Fadhlullah juga mengusulkan anggaran tambahan pascabencana untuk Aceh sebesar Rp1,03 triliun. Anggaran tersebut diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap bantuan pascabencana untuk Aceh dapat segera disalurkan. Agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak cepat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....