PGRI Buka Akses Pembelajaran Transformatif untuk Guru Nasional

  • 20 Mei 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, transformasi pendidikan harus menyentuh guru di sekolah.
  • PGRI terus membantu pemerintah meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
  • PGRI fokus memperkuat kualitas para pendidik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Seminar Nasional dan Peluncuran ICTE di Gedung Guru Indonesia, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan membahas transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar mengusung tema Innovative and Impactful Universities for Advanced Indonesia 2045. Forum itu membahas inovasi dan kolaborasi pendidikan tinggi nasional.

Kegiatan tersebut menyoroti implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Berdampak di Indonesia. Selain itu, seminar membahas relevansi kampus dengan dunia industri.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, transformasi pendidikan harus menyentuh guru di sekolah. Guru dinilai menjadi aktor utama perubahan pendidikan nasional.

Menurut Unifah, PGRI terus membantu pemerintah meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Organisasi profesi itu fokus memperkuat kualitas para pendidik.

“Tagline pemerintah adalah pendidikan bermutu bagi semua. PGRI ingin membantu peningkatan mutu pendidik,” kata Unifah.

PGRI juga menjalankan program pembelajaran bagi satu juta guru Indonesia. Program tersebut membuka akses belajar secara gratis bagi peserta.

Menurutnya, pembelajaran diarahkan pada konsep transformative learning di dunia pendidikan. Banyak guru tertarik mempelajari penerapannya di sekolah dasar.

“Guru-guru datang ke PGRI secara gratis untuk belajar bersama. Mereka juga bertanya penerapan pembelajaran transformatif,” katanya.

PGRI berupaya membuka akses pembelajaran seluas-luasnya bagi tenaga pendidik Indonesia. Guru didorong mengikuti perkembangan ilmu dan metode pembelajaran terbaru.

Menurut Unifah, guru Indonesia harus adaptif terhadap perubahan pendidikan modern. Guru juga perlu terbuka terhadap perkembangan pembelajaran mendalam.

Selain peningkatan kompetensi guru, seminar membahas mutu lulusan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi didorong menambah keterampilan lulusan sesuai kebutuhan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....