Puspoll: Pidato Presiden di DPR Kirim Sinyal Optimisme di tengah Tekanan Global
- 21 Mei 2026 00:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin, mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu 20 Mei 2026.
- Pidato Presiden terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dinilai membawa pesan optimisme kuat di tengah tekanan ekonomi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin, mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu 20 Mei 2026. Ia menilai pidato Presiden terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa pesan optimisme kuat di tengah tekanan ekonomi global.
Hojin menyebut, substansi pidato Presiden tidak hanya memuat target ekonomi makro seperti pertumbuhan, inflasi, dan fiskal negara. Tetapi juga menegaskan arah pembangunan yang bertujuan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan masyarakat luas.
“Pidato Presiden Prabowo di DPR membawa pesan optimisme yang tidak main-main. Target pertumbuhan, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta komitmen menjaga rasio gini agar tidak semakin timpang," ujarnya kepada wartawan, Rabu 20 Mei 2026.
"Ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang merumuskan agenda pembangunan yang tidak sekadar mengejar angka. Tetapi juga memperhatikan siapa yang benar-benar merasakan pertumbuhan itu,” kata Hojin.
Ia menilai, kehadiran langsung Presiden dalam forum paripurna memiliki makna politik penting, terutama di tengah situasi ekonomi yang sensitif. Menurutnya, komunikasi langsung kepala negara merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan stabilitas nasional.
“Dalam politik, kehadiran adalah bahasa. Ketika seorang pemimpin memilih hadir sendiri pada forum yang secara teknis bisa diwakilkan, ia sedang mengirim sinyal bahwa masalah ini penting dan ia bersedia menanggungnya secara langsung,” katanya.
Pesan tersebut dinilai relevan di tengah tekanan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir serta kondisi pasar global yang masih fluktuatif. Hojin menilai, momen komunikasi langsung presiden menjadi sinyal penting bagi pasar dan masyarakat.
“Sinyal semacam ini tidak boleh diremehkan. Di tengah rupiah yang bergerak dalam tekanan, di tengah pasar yang sensitif dan publik yang gelisah, ada saat ketika kepala negara perlu berbicara sendiri. Bukan untuk mengambil alih semua urusan, melainkan memberi arah dan menegaskan bahwa negara tidak berjalan tanpa kemudi,” ucapnya.
Puspoll juga melihat langkah Presiden hadir langsung di DPR sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah dan legislatif sejak tahap awal pembahasan RAPBN. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan ekonomi pemerintah.
Selain itu, penekanan pada kebijakan fiskal berkelanjutan dan ekonomi kerakyatan dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan. Yakni, antara disiplin anggaran dan kebutuhan sosial masyarakat.
“Pasar membutuhkan kepastian, masyarakat membutuhkan rasa aman, dan politik membutuhkan arah. Pidato Presiden hari ini mencoba menjawab tiga hal itu sekaligus,” kata Hojin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....