Pakar Pertahanan Apresiasi Penambahan Alutsista Indonesia

  • 19 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Indonesia menerima alat utama sistem senjata (Alutsista) dari Prancis untuk memperkuat sistem keamanan
  • 2. Alusista sangat penting untuk menjaga ruang udara
  • 3. Menurut Presiden Prabowo pertahanan yang kuat menjadi syarat untuk menjaga stabilitas dan kepentingan bangsa ditengah ketidakpastian global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar bidang Ilmu Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesian(UKI) Prof Angel Damayanti merespon positif penambahan alat utama sistem senjata (Alutsista). Menurut Angel, Indonesia harus menjaga kedaulatan ruang udara dari intervensi pihak asing.

Angel mengatakan ancaman wilayah Indonesia tidak hanya di darat dan laut tetap juga udara. Oleh sebab itu, penguatan sistem pertahanan merupakan keharusan.

"Menurut saya sih pembelian alutsista khususnya untuk TNI AU, ini sesuatu yang memang perlu dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Kita perlu menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia tentu saja," kata Angel kepada RRI, Selasa, 19 Mei 2026.

Angel mengatakan ancaman udara Indonesia seperti keberadaan satelit-satelit dari negara lain yang mengintai Indonesia. Atau ancaman secara nyata pesawat asing melintas di ruang udara Indonesia.

"Sebenarnya pembelian atau pesawat peningkatan alutsista khususnya di angkatan udara Indonesia ini sesuatu hal yang positif. Sesuatu hal yang baik," katanya.

Angel menjelaskan proses pembelian alutsista dari Prancis , sudah berlangsung lama yakni tahun 2023, kala itu Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Angel juga mengatakan dilibatkan dalam pembahasan pembelian alutsista.

"Saya waktu itu kebetulan ikut mereview perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan. Dirapat dengan pendapat DPR, sehingga saya melihat memang prosesnya ini sebenarnya sudah lama," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahn akan terus memperkuat sistem pertahanan secara berkelanjutan. Menurut Kepala Negara, pertahanan yang kuat menjadi syarat untuk menjaga stabilitas dan kepentingan bangsa ditengah ketidakpastian global.

"Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian. Kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat," katanya.

Presiden mengatakan, sistem pertahanan yang kuat sebagai penangkal demi menjaga kepentingan nasional Indonesia. Ia memastikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun disaat Indonesia memperkuat sistem pertahanan.

“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai 'deterrent'. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.

Indonesia menerima enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT. Lalu satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....