Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Pertahan di Tahun 2027

  • 18 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pemerintah Indonesia menerima alutsista dari Prancis
  • 2. Pemerintah menyiapkan anggaran untuk sistem keamanan
  • 3. Pertahanan yang kuat pertahanan yang kuat menjadi syarat untuk menjaga stabilitas,

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran signifikan untuk sektor pertahanan tahun 2027. Kendati demikian, Menteri Purbaya tidak mau menyebut angka untuk anggaran pertahanan.

"Tahun depan juga kita anggarkan juga cukup signifikan, tapi kalau anda tanya jumlahnya kan rahasia juga. Tapi akan kita berkuat terus darat lautan udaranya, saya kan bagian bayar saja, kita bayar," kata Menteri Purbaya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.

Menteri Purbaya mengatakan, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang kuat apalagi situasi global yang tidak menentu akibat ketegangan di Timur Tengah. Hari ini, Indonesia menerima enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT.

Lalu satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403. Alat utama sistem senjata (Alutsista) tersebut berasal dari Prancis.

"Tahun depan ada, tahun depannya lagi ada sudah dianggarkan juga, cukup besar. Jadi kan di tengah uncertainty seperti sekarang, memang apa yang betul kita harus jaga kemampuan pertahanan kita," katanya menegaskan.

Purbaya memastikan, pembelian alutsista tidak akan menganggu pos anggaran lainnya. Ia meminta masyarakat tidak khawatir karena pemerintah sudah menghitung dengan cermat.

"Dengan ini sudah kita hitung, anggarannya di bawah 3 persen, defisitnya di bawah persen untuk PDB, jadi nggak usah khawatir. Jadi semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain," katanya menegaskan.

"Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM. Jadi kita udah hitung dengan hal itu, jadi anda tidak usah khawatir," ujar bendahara negara tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahn akan terus memperkuat sistem pertahanan secara berkelanjutan. Menurut Kepala Negara, pertahanan yang kuat menjadi syarat untuk menjaga stabilitas dan kepentingan bangsa ditengah ketidakpastian global.

"Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian. Kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat," katanya.

Presiden mengatakan, sistem pertahanan yang kuat sebagai penangkal demi menjaga kepentingan nasional Indonesia. Ia memastikan Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun disaat Indonesia memperkuat sistem pertahanan.

“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai 'deterrent'. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....