Unik, SPG Koboy dan Salon Sapi Ramaikan Penjualan Hewan Kurban
- 18 Mei 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menjelang Iduladha, berbagai cara dilakukan pedagang hewan kurban untuk menarik perhatian pembeli
- pedagang hewan kurban Kastono mengatakan konsep sales ala koboy hingga salon sapi sengaja dihadirkan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Iduladha, berbagai cara dilakukan pedagang hewan kurban untuk menarik perhatian pembeli. Salah satunya dengan menghadirkan konsep unik berupa SPG sapi ala koboy hingga layanan salon sapi di lapak penjualan hewan kurban.
Kali ini lapak tersebut berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Berbeda dari biasanya, para perempuan yang menjadi sales promotion girl atau membantu menjual sapi kurban kepada calon pembeli.
Salah satu SPG hewan kurban, Laras, mengaku baru pertama kali menjalani pekerjaan tersebut. Hal ini dilakukan demi menambah penghasilan keluarga.
“Iya baru pertama kali jadi SPG sapi. Pengennya biar ada beda-beda dikit pekerjaan sampingan, buat nambah penghasilan,” ujar Laras, saat ditemui di lokasi, Senin, 18 Mei 2026.
Perempuan yang sehari-hari berstatus ibu rumah tangga itu mengaku tertarik mencoba pekerjaan tersehut. Meski harus berhadapan langsung dengan sapi di pasar hewan.
“Tertarik sih, tetapi kendalanya ya kalau disuruh megang sapi, nahan sapi, terus nawar-nawarin ke orang. Kadang susah, cuman kalau ada yang datang ya dilayani,” ucapnya.
Menurut Laras, menawarkan sapi kepada pembeli bukan pekerjaan mudah. Namun ia tetap menikmati pekerjaannya selama melayani calon pembeli di lapak hewan kurban.
Sementara itu, pedagang hewan kurban Kastono mengatakan, konsep sales ala koboy hingga salon sapi sengaja dihadirkan. Yang mana ini sebagai bentuk pelayanan sekaligus strategi unik menarik perhatian pembeli.
“Setiap tahun kita memberikan pelayanan kepada pelanggan, salah satunya dengan menjaga kebersihan lewat salon sapi. Tahun ini kita tambahkan sales ala koboy supaya ada hal yang unik,” ujar Kastono.
Menurutnya, keberadaan sales bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tetapi memberikan kenyamanan pelanggan saat memilih hewan kurban. “Jadi sales-nya harus luwes, supel bicara, dan fleksibel supaya pembeli merasa nyaman,” katanya.
Strategi tersebut diakui berdampak positif terhadap penjualan sapi kurban tahun ini. Kastono menyebut sebagian besar sapi yang dijual bahkan sudah laku terjual.
“Bahkan saat ini sekitar 85 sampai 90 persen sapi sudah terjual. Kemungkinan kami akan mendatangkan sapi lagi karena masih ada waktu penjualan,” ucapnya.
Tak hanya menghadirkan SPG koboy, Kastono juga menyediakan layanan salon dan pijat sapi untuk menjaga kondisi hewan tetap sehat. Selain itu kondisi hewan juga tidak stres setelah dibeli pelanggan.
“Massage sapi itu untuk memberikan relaksasi kepada hewan. Karena sapi rentan stres. Kalau stres biasanya nafsu makan turun dan bobotnya ikut turun,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....