Mensos Pimpin Ikrar Antikorupsi Jajaran Kemensos

  • 18 Mei 2026 08:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos pimpin Apel Ikrar Tanpa Korupsi di Kemensos
  • Jajaran Kemensos ikuti lima poin penegasan antikorupsi
  • Gus Ipul tekankan integritas dalam pengelolaan anggaran rakyat
  • Program prioritas Presiden diminta bebas dari korupsi
  • Kepala satker diminta aktif awasi program dan pengadaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memimpin Apel Ikrar Tanpa Korupsi bersama jajaran Kementerian Sosial di Jakarta, Senin 18 Mei 2026. Dalam apel itu, seluruh peserta mengikuti lima poin penegasan antikorupsi yang dibacakan Mensos.

Gus Ipul menegaskan integritas harus dijaga karena anggaran yang dikelola merupakan hak masyarakat kecil. Ia juga mengingatkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak boleh dinodai korupsi sekecil apa pun.

“Jaga integritas karena yang kita kelola adalah hak rakyat kecil. Program prioritas Presiden tidak boleh dilodai korupsi sekecil apapun,” kata Saifullah Yusuf diikuti peserta apel.

Dalam ikrar tersebut, Gus Ipul juga meminta kepala satuan kerja aktif mengontrol, membimbing, dan mengawasi pelaksanaan program. Menurutnya, pimpinan tidak boleh lepas tangan terhadap proses pengadaan dan administrasi.

“Kepala satker wajib hadir mengontrol, membimbing, dan mengawasi. Tidak boleh lepas tangan,” katanya.

Ia juga menegaskan seluruh pengadaan harus dilakukan tepat waktu dan sesuai prosedur. Seluruh proses administrasi diminta tertib dan siap diaudit kapan saja.

“Pengadaan harus tepat waktu, tepat prosedur, dan tertib administrasi,” ucapnya.

Pada poin terakhir, Gus Ipul meminta jajaran tidak melanjutkan proses yang dinilai bermasalah. Seluruh peserta apel kemudian mengikuti kembali penegasan tersebut secara bersama-sama.

“Kalau ragu jangan tanda tangan. Kalau tidak benar jangan teruskan, Pengadaan harus tepat waktu, tepat prosedur, dan tertib administrasi,” ucapnya.

Di akhir amanatnya, Gus Ipul meminta jajaran tidak ragu menghentikan proses yang dinilai bermasalah. Ia menegaskan Kemensos harus menjadi kementerian yang bersih dan berintegritas.

“Kalau ragu jangan tanda tangan. Kalau tidak benar jangan teruskan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....