MUI Ajak Umat Islam Perkuat Kepedulian saat Iduladha
- 17 Mei 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kesepakatan seluruh ormas Islam dalam sidang isbat.
- MUI menyebut Iduladha 2026 menjadi momentum memperkuat persatuan umat Islam.
- Pemerintah menetapkan Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat persatuan umat Islam Indonesia. Momentum tersebut juga dinilai mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di masyarakat.
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan Iduladha tahun ini diperkirakan berlangsung serentak. Penetapan tersebut diputuskan bersama pemerintah dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah.
“Ini sebuah momentum penting untuk menggambarkan kepada kita umat Islam Indonesia dan seluruh dunia Islam. Insyaallah Iduladha secara bersama-sama, secara serentak akan kita laksanakan,” ujarnya saat konferensi pers sidang isbat di Kementerian Agama, Minggu, 17 Mei 2026.
Amirsyah menyebut, MUI bersama pemerintah terus melakukan kerja strategis dalam melayani umat dan bangsa Indonesia. Karena itu, masyarakat diajak menjadikan Iduladha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Oleh karena itu, diizinkan kami mengajak kita semua untuk merayakan Iduladha ini sebagai bagian dari ikhtiar kita mensyukuri nikmat Allah,” katanya.
Menurut Amirsyah, ibadah kurban juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pembagian daging kurban dinilai sebagai bukti kepedulian umat kepada sesama.
“Kita menyadari bahwa masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua. Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi kesepakatan seluruh ormas Islam dalam sidang isbat. Menurutnya, kesepakatan tersebut mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.
“Tentu saja ini menggambarkan betapa memang Bhinneka Tunggal Ika selalu juga bisa kita wujudkan. Kita berbeda latar belakang ormas dan metode tentang penentuan awal dan akhir bulan, tetapi kita satu juga,” katanya.
Hidayat menilai, penetapan Iduladha secara serentak menjadi kabar baik bagi umat Islam Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut memperlihatkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi antarormas Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....